-
Iran menutup Selat Hormuz dan menembaki kapal komersial yang mencoba melintas di jalur tersebut.
-
Ratusan kapal tanker terjebak menyebabkan ancaman serius bagi stabilitas pasokan energi minyak dunia.
-
Ribuan pelaut mengalami tekanan psikologis hebat akibat terjebak di zona perang selama berminggu-minggu.
Suara.com - Blokade total di Selat Hormuz oleh militer Iran memicu kepanikan luar biasa pada sektor energi dan logistik maritim global.
Langkah sepihak Teheran ini mengakibatkan ratusan kapal tanker pengangkut minyak mentah tertahan di kedua sisi selat yang sangat vital.
Dikutip dari FOX, situasi di lapangan semakin mencekam dengan adanya laporan serangan langsung dan pengalaman traumatis yang dialami kru kapal di perairan tersebut.
Berdasarkan hukum internasional, Selat Hormuz adalah jalur perairan bebas yang seharusnya menjamin hak lintas transit bagi seluruh kapal di dunia.
Keamanan pasokan energi dunia kini berada di titik nadir karena seperlima suplai minyak global melintasi jalur sempit ini.
Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) mengonfirmasi adanya tembakan dari kapal cepat Iran terhadap sebuah kapal tanker komersial.
Selain serangan langsung, sebuah kapal kontainer dilaporkan terkena proyektil yang mengakibatkan kerusakan pada muatan logistik yang dibawa.
Kelompok pemantau maritim TankerTrackers merilis rekaman audio yang menangkap momen kepanikan kru saat kapal mereka ditembaki militer Iran.
"Angkatan Laut Sepah! Tanker motor Sanmar Herald! Anda memberi saya izin untuk pergi… Anda menembak sekarang. Biarkan saya berbalik!" teriak seorang kru dalam rekaman tersebut.
Baca Juga: Sumpah Serapah Militer Iran! Segera Merespons Usai Kapal Perusak AS Berulah
Media pemerintah Iran membenarkan tindakan tersebut sebagai upaya paksa untuk memaksa kapal-kapal komersial agar segera memutar balik.
Kru Kapal Terjebak dalam Ketidakpastian
Kementerian Luar Negeri India menyatakan keprihatinan mendalam melalui Sekretaris Luar Negeri atas keselamatan para pelaut yang tertahan.
Hapag-Lloyd, raksasa pengapalan dunia, telah mengaktifkan tim krisis karena sejumlah kru mereka tidak bisa keluar dari zona konflik.
Nils Haupt selaku Direktur Senior Komunikasi Grup Hapag-Lloyd AG menyatakan bahwa upaya mengeluarkan kapal hingga kini masih sia-sia.
"Kami telah bekerja dari Jumat sore hingga hari ini dengan seluruh tim krisis untuk mengeluarkan kapal-kapal itu — sayangnya sia-sia," jelas Haupt.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur