-
Iran menutup Selat Hormuz dan menembaki kapal komersial yang mencoba melintas di jalur tersebut.
-
Ratusan kapal tanker terjebak menyebabkan ancaman serius bagi stabilitas pasokan energi minyak dunia.
-
Ribuan pelaut mengalami tekanan psikologis hebat akibat terjebak di zona perang selama berminggu-minggu.
"Peristiwa ini dapat dengan mudah menyebabkan pengalaman traumatis. Ada juga risiko signifikan dari ranjau laut, yang membuat asuransi kapal untuk melewati Selat tersebut hampir mustahil dilakukan."
Para pelaut yang terjebak mulai menunjukkan gejala stres dan frustrasi karena ketidakpastian kapan jalur pelayaran akan kembali dibuka.
Hingga saat ini, kapal-kapal milik Hapag-Lloyd masih terpaksa membuang sauh di sekitar pelabuhan Dubai menunggu situasi mereda.
"Para kru dalam keadaan baik, tetapi mereka menjadi semakin tidak sabar dan frustrasi. Sangat disayangkan bahwa kami tidak bisa berangkat hari ini," tambah Haupt.
"Banyak kapal masih terjebak di Teluk Persia."
"Enam kapal kami berlabuh di dekat pelabuhan Dubai, dan semua kru berharap akan adanya perbaikan situasi," ungkapnya lagi.
Syarat Iran untuk Membuka Blokade
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan Selat Hormuz akan terus ditutup selama Amerika Serikat tidak mencabut blokade di pelabuhan Iran.
Pihak Iran memperingatkan bahwa kapal apapun yang nekat bergerak dari posisi jangkar akan dianggap sebagai kolaborator musuh.
Baca Juga: Sumpah Serapah Militer Iran! Segera Merespons Usai Kapal Perusak AS Berulah
Teheran berdalih bahwa pembatasan ekspor minyak mereka adalah bentuk perang ekonomi yang sah untuk dibalas dengan menutup jalur navigasi.
"Mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai kerja sama dengan musuh, dan setiap kapal yang melanggar akan menjadi sasaran," tegas pernyataan resmi IRGC melalui Kantor Berita Tasnim.
Pemerintah Amerika Serikat berargumen bahwa tindakan mereka di pelabuhan Iran dilakukan secara adil terhadap semua kapal untuk menekan Teheran.
Krisis ini sebenarnya merupakan eskalasi panjang dari konflik bersenjata yang telah pecah sejak akhir Februari tahun ini.
Bagi perusahaan pelayaran, pembukaan jalur ini adalah kebutuhan mendesak untuk menyelamatkan operasional dan keselamatan nyawa para pekerja mereka.
"Bagi kami, sangat penting agar kapal-kapal kami dapat segera melewati selat tersebut," kata Haupt menekankan urgensi situasi tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Bedak Sekaligus Foundation Namanya Apa? Ini 4 Rekomendasi yang Ringan di Wajah
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
Pilihan
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
-
Perang Terbuka! AS Klaim Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
Terkini
-
MBG Basi atau Cuma Nasi-Kentang? Jamintel Kejagung: Foto dan Lapor Lewat Jaga Desa!
-
Kronologi Lengkap Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI, Publik Tuntut Pelaku di-DO
-
JPU Tolak 3 Bos Google Jadi Saksi Nadiem, Ini Alasannya
-
Kasus Ketamin Melonjak 300 Persen, BPOM Siapkan Gerakan Nasional Lawan Penyalahgunaan Obat
-
Maling Bobol Plafon Toko Vape di Ciracas, Pemilik Rugi Puluhan Juta
-
Lebanon Berada di Ambang Kolaps Medis Usai Serangan Brutal Israel Hancurkan Infrastruktur Vital
-
7 Fakta Pilu Bocah 4 Tahun di Kediri Tewas Dianiaya Nenek: Pendarahan Ginjal Hingga Alibi Bohong!
-
Kubu Nadiem Hadirkan 3 Petinggi Google dari Singapura sebagai Saksi di Sidang Kasus Chromebook
-
Donald Trump Cari Musuh Baru! Washington Ancam Kuba: Bebaskan Tapol atau Kami Serang
-
Noel Sebut Irvian Bobby Tak Layak Jadi Saksi Mahkota: Perannya Paling Berat, Harus Dihukum Mati!