Suara.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pentingnya pengelolaan perkotaan yang terencana dan berkelanjutan di tengah arus urbanisasi yang terus meningkat. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan pertumbuhan kota tetap produktif, inklusif, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal tersebut disampaikan Tito saat menjadi keynote speaker dalam Rapat Kerja Komisariat Wilayah (Komwil) I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Banda Aceh, Aceh, Senin, (20/4/2026).
Dalam arahannya, Tito menegaskan, saat ini, kota menjadi pusat ekonomi nasional sekaligus titik paling rentan terhadap berbagai persoalan sosial.
“Kalau tidak dikelola dengan baik, mereka akan menjadi korban. Pendidikan tidak cukup, tidak mampu bersaing, akhirnya bisa masuk ke kejahatan,” tegasnya.
Menurut dia, fenomena urbanisasi yang tidak terkendali akan memicu berbagai masalah seperti kawasan kumuh (slum area), meningkatnya kriminalitas, hingga tekanan biaya hidup yang tinggi di kota.
Secara tidak langsung, Tito menggambarkan bahwa peran kota di Indonesia sangat strategis karena menjadi pusat aktivitas ekonomi dan tempat tinggal mayoritas penduduk. Bahkan, ia menyinggung pengalaman negara maju seperti Jepang yang mengalami dampak serius akibat urbanisasi ekstrem.
Menurutnya, jika pembangunan kota tidak dirancang dengan baik, maka efek jangka panjangnya bisa sangat berat, mulai dari mahalnya biaya hidup hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya tata ruang kota yang disiplin.
“Kota yang bagus adalah kota yang memiliki desain. Bukan kota yang tumbuh semaunya,” ujarnya.
Tito juga mengingatkan bahwa kebijakan yang tidak konsisten, terutama perubahan ruang hijau menjadi kawasan komersial, akan berdampak langsung pada bencana seperti banjir. Selain itu, ia menilai kota di Indonesia masih belum ramah terhadap pejalan kaki dan minim ruang terbuka hijau, padahal hal tersebut terbukti meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam konteks ini, Mendagri mencontohkan praktik di negara lain seperti Singapura yang berhasil menekan biaya kesehatan melalui pembangunan ruang hijau dan fasilitas publik yang baik.
Menutup pesannya, Tito kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mampu mengendalikan pertumbuhan kota agar tidak menjadi sumber masalah baru. Secara tidak langsung, ia mengingatkan bahwa tanpa perencanaan yang matang, kota bisa berubah dari pusat pertumbuhan menjadi pusat krisis.
Baca Juga: Tiga Jembatan Darurat Percepat Pemulihan Akses di Wilayah Terdampak Bencana
Sebagai informasi, APEKSI merupakan wadah 98 pemerintah kota di Indonesia yang memiliki peran strategis dalam pembangunan perkotaan. Kegiatan Raker Komwil I ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Rapat Kerja Nasional APEKSI yang direncanakan digelar di Medan pada pertengahan 2026.
Selain itu, pemilihan Kota Banda Aceh sebagai tuan rumah menjadi titik penting konsolidasi kebijakan perkotaan, terutama dalam menghadapi tantangan global dan domestik.***
Berita Terkait
-
KTP Hilang Bakal Kena Denda? Kemendagri Usul Aturan Baru, 'Sentil' Warga yang Tak Tanggung Jawab
-
Wamendagri: Penyusunan Anggaran Daerah harus Selaras dengan RKPD
-
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
-
Mendagri Tegaskan Dana Otsus dan Dana Keistimewaan Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat
-
Dukcapil Catat 1.776 Pendatang Baru di Jakarta Pasca Lebaran
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Siap Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Bakal Safari Minta Masukan Partai Politik
-
AJI dan PBHI Soroti Batalyon Teritorial Pembangunan: Demokrasi Dipersempit, Pers Terancam Dibungkam
-
Istana Jadwalkan Pelantikan Pimpinan BGN Nanik S Deyang Dkk Pekan Depan
-
Prasetyo Hadi Ungkap Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang Pimpin BGN
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Konflik Lahan Rumpin vs TNI AU Belum Tuntas, Warga Kembali Mengadu di Aksi Kamisan
-
Said Iqbal Dikabarkan Masuk Kabinet Prabowo, Tinggal Tunggu Pelantikan?
-
KPK Bongkar Transaksi Aneh Anak Buah Silmy Karim: Bayar Rumah Mewah Pakai Kepingan Emas
-
Modus Licin Staf Imigrasi, Pakai Rekening OB dan Cleaning Service Buat Tampung Duit Suap Izin WNA
-
Kejagung Diminta Usut Tuntas Korupsi MBG Dadan Cs dan Dugaan Monopoli Dapur