-
BMKG menyatakan gempa M 7,4 di Jepang tidak mengancam wilayah pesisir Indonesia saat ini.
-
Gelombang tsunami setinggi 80 cm telah mencapai daratan Jepang di wilayah Prefektur Aomori.
-
Otoritas Jepang menginstruksikan evakuasi segera bagi warga di zona bahaya untuk meminimalisir risiko.
Suara.com - BMKG menegaskan bahwa aktivitas seismik besar di lepas pantai Honshu Jepang tidak memberikan ancaman gelombang tsunami bagi wilayah Indonesia.
Kepastian ini muncul setelah tim teknis melakukan pemodelan komprehensif terhadap parameter gempa yang mengguncang wilayah Pasifik utara tersebut.
Meskipun Jepang menetapkan status darurat di beberapa wilayahnya, jarak dan posisi episenter menjaga perairan nusantara tetap dalam kondisi stabil.
Lonjakan aktivitas tektonik ini sempat memicu kekhawatiran global mengingat besaran magnitudo yang mencapai angka signifikan pada skala Richter.
BMKG bergerak cepat mengeluarkan pernyataan resmi untuk meredam kepanikan warga di sepanjang garis pantai Indonesia.
"Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami di wilayah Indonesia," ujar Rahmat dalam keterangannya, Senin (20/4/2026).
Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 ini terdeteksi muncul dari pergerakan aktif di bawah permukaan laut dalam skala dangkal.
Lokasi pusat gempa terpantau berada pada koordinat 39.92° LU dan 142.88° BT dengan kedalaman hanya 10 kilometer.
Interaksi antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk menjadi pemicu utama terjadinya deformasi batuan yang mendadak ini.
Baca Juga: Anime Jepang Jadi 'Minyak Baru', Gaya Hidup Remaja Arab Saudi Berubah Total
"Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng Pasifik dan Lempeng Okhotsk. Gempa bumi ini memiliki mekanisme naik (thrust fault)," jelasnya.
Pemerintah Jepang melalui badan meteorologinya (JMA) segera memberlakukan status Awas untuk area pusat pantai Pasifik.
Beberapa prefektur seperti Aomori dan Iwate menjadi titik fokus evakuasi karena posisi geografisnya yang berhadapan langsung dengan episenter.
Laporan lapangan menunjukkan bahwa gelombang tsunami kecil mulai menyentuh daratan tak lama setelah guncangan hebat berhenti.
Sensor pemantau laut mencatat adanya kenaikan muka air yang mencapai tinggi puluhan sentimeter di titik-titik tertentu.
Data dari JMA mengonfirmasi bahwa ketinggian tsunami di wilayah terdampak secara spesifik telah mencapai angka 80 sentimeter.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan
-
Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri
-
JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah
-
Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot