-
BMKG menyatakan gempa M 7,4 di Jepang tidak mengancam wilayah pesisir Indonesia saat ini.
-
Gelombang tsunami setinggi 80 cm telah mencapai daratan Jepang di wilayah Prefektur Aomori.
-
Otoritas Jepang menginstruksikan evakuasi segera bagi warga di zona bahaya untuk meminimalisir risiko.
Tsunami terdeteksi setinggi 60 cm di wilayah Miyako pada sore hari waktu Indonesia bagian barat.
Kondisi ini memaksa otoritas tertinggi di Jepang untuk mengambil tindakan preventif guna menghindari jatuhnya korban jiwa.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi langsung mendesak warga di daerah-daerah terdampak gempa untuk mengungsi ke tempat lebih tinggi.
Peringatan ini berlaku terutama bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang garis pantai yang masuk dalam zona merah peta bencana.
Penyebaran informasi evakuasi dilakukan secara masif melalui berbagai saluran media komunikasi dan siaran televisi nasional di sana.
Hingga saat ini, sistem pemantauan gempa bumi global tetap disiagakan untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.
Masyarakat diharapkan hanya merujuk pada informasi resmi yang dikeluarkan oleh otoritas berwenang untuk menghindari disinformasi.
Informasi terkini mengenai kondisi geologi akan selalu diperbarui seiring dengan masuknya data sensor terbaru dari Samudra Pasifik.
Keamanan maritim Indonesia dipastikan tidak terganggu oleh aktivitas subduksi lempeng yang terjadi di wilayah utara tersebut.
Baca Juga: Anime Jepang Jadi 'Minyak Baru', Gaya Hidup Remaja Arab Saudi Berubah Total
Kejadian bermula pada pukul 14.52 WIB saat kawasan Honshu Timur Jepang mengalami guncangan tektonik yang sangat kuat.
Gempa dengan mekanisme patahan naik ini memicu kekhawatiran tsunami luas karena kedalamannya yang sangat dangkal di dasar laut.
Jepang yang berada di wilayah Cincin Api Pasifik memang memiliki sejarah panjang terkait aktivitas seismik serupa di masa lalu.
Tsunami kecil yang teramati di Pantai Aomori menjadi bukti nyata dari dampak pergerakan lempeng tektonik yang terus berlangsung secara dinamis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Nus Kei Dibunuh karena Dendam Lama, Dua Pelaku Terancam Hukuman Mati
-
Bareskrim Siap Miskinkan Mafia Haji dan Umrah, Aset Disita Pakai Pasal TPPU
-
Jangan Tergiur Promo Medsos, 20 Laporan Penipuan Haji dan Umrah Masuk Kemenhaj Tiap Hari
-
Eks Kadis LH DKI Jadi Tersangka Longsor Maut Bantargebang yang Tewaskan 7 Orang
-
Pigai Ungkap 15 Warga Tewas di Papua, Minta Pelaku Segera Diungkap
-
Proyek Giant Sea Wall Dimulai dari Pantura, Pemerintah Siapkan Pembangunan Bertahap
-
15 warga Sipil Tewas di Kembru Papua, Menteri HAM Pigai: Pelaku Sudah Diketahui, Jangan Sembunyi!
-
Prabowo Minta Ahli Kampus Ikut Garap Tanggul Laut Raksasa, Pantura Jadi Titik Awal
-
Menkes Sebut Isu Halal-Haram dan Dampak Pandemi Jadi Pemicu Tingginya Kasus Campak
-
Irvian Bobby Sultan Kemnaker Klaim Keluarganya Terima Intimidasi dari Istri Noel