-
China khawatir pencegatan kapal kargo Iran oleh AS dapat merusak keamanan perdagangan internasional.
-
Penangkapan kapal Touska dilakukan AS di tengah upaya perundingan damai di Pakistan.
-
Beijing mendesak AS dan Iran mematuhi gencatan senjata demi normalisasi Selat Hormuz.
Beijing berharap baik Washington maupun Teheran dapat mematuhi komitmen internasional untuk mencegah pecahnya pertempuran baru yang lebih besar.
Tiongkok mendesak kedua belah pihak untuk tidak mengambil langkah provokatif yang dapat membubarkan rencana meja perundingan.
Kepatuhan terhadap kesepakatan penghentian permusuhan menjadi syarat mutlak agar situasi di Selat Hormuz dapat kembali normal.
China berharap AS dan Iran dapat "memenuhi kewajiban mereka, mematuhi gencatan senjata, untuk mencegah eskalasi dan memberikan kondisi yang diperlukan untuk normalisasi kembali selat tersebut," ucap Guo.
Semangat untuk menurunkan ketegangan harus terus dipelihara guna mencapai solusi politik yang mengakhiri pertikaian panjang ini.
Guo Jiakun menyerukan agar kedua pihak "mempertahankan momentum gencatan senjata, terus mempromosikan de-eskalasi" menuju akhir konflik secara diplomasi.
Upaya Diplomasi di Pakistan yang Terancam
Penyitaan kapal ini terjadi pada saat yang sangat krusial, yakni menjelang babak baru negosiasi yang dijadwalkan di Pakistan.
Padahal, Islamabad telah bekerja keras memediasi gencatan senjata dua minggu yang akan segera berakhir pada Rabu dini hari.
Baca Juga: Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!
Status Selat Hormuz yang sempat dinyatakan terbuka oleh Iran kembali berubah menjadi tertutup setelah ancaman blokade pelabuhan oleh Trump.
Hingga saat ini, pihak Iran belum memberikan jawaban resmi mengenai kehadiran mereka dalam pertemuan lanjutan di Pakistan tersebut.
Ketidakpastian ini menambah daftar panjang hambatan diplomasi sejak pecahnya kontak senjata antara AS-Israel melawan Teheran akhir Februari lalu.
Perselisihan bersenjata ini berakar pada serangan militer AS dan Israel ke Teheran pada 28 Februari yang dibalas dengan serangan Iran ke pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah.
Pertempuran sempat mereda pada 8 April, diikuti oleh pertemuan tingkat tinggi di Islamabad pada 11-12 April yang sayangnya belum menghasilkan kesepakatan konkret.
Pencegatan kapal Touska kini menjadi titik api baru yang dikhawatirkan akan membatalkan seluruh progres perdamaian yang telah diupayakan oleh mediator internasional.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Siapa Shamim Mafi? Sosialita Otak Transaksi Penyelundupan Senjata Senilai Rp1 T ke Sudan
-
Rusia Evakuasi Lebih dari 600 Staf dari Pembangkit Nuklir Bushehr di Iran
-
Semangat Kartini Belum Tuntas, Menteri PPPA Ungkap Ketimpangan Gender Masih Nyata di Indonesia
-
Panas di Selat Hormuz, Iran Temui Rusia, Apa Hasilnya?
-
Viral Video 22 Detik Penemuan Mayat Terbungkus Kain Tebal Terdampar di Tebing Batu Pulau Angsa
-
SK DPP Bocor! PKS Bakal Copot Khoirudin, Suhud Alynudin Diusulkan Jadi Ketua DPRD DKI
-
Operasi Epic Fury Lawan Iran Telan Ratusan Korban Prajurit Amerika Serikat yang Terluka dan Tewas
-
1200 Jam Internet Mati Total, Warga Iran Putar Otak Gunakan VPN hingga Pakai Cara Ini
-
Parkir Valet di Mal Jakarta Tembus Rp 250 Ribu, DPRD DKI Minta Aturan Baru Segera!
-
Kado Hari Kartini: Setelah 22 Tahun, DPR Akan Sahkan RUU PPRT Jadi Undang-Undang Hari Ini!