- Ketua Pansus Parkir DPRD DKI Jakarta, Jupiter, menyoroti mahalnya tarif valet di berbagai pusat perbelanjaan dan hotel Jakarta.
- Jupiter mendesak Gubernur Pramono Anung menerbitkan Pergub baru untuk menggantikan aturan lama yang dinilai sudah tidak lagi relevan.
- Pembaruan regulasi bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah serta menciptakan sistem parkir yang transparan, akuntabel, dan bebas praktik pungli.
Suara.com - Ketua Pansus Tata Kelola Perparkiran DPRD DKI Jakarta, Jupiter, menyoroti fenomena tarif valet parkir di sejumlah pusat perbelanjaan dan hotel yang harganya dinilai sudah tidak masuk akal.
Legislator dari Komisi B DPRD DKI Jakarta ini menilai, persoalan tarif valet kini telah menjadi isu krusial yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
"Silakan aja cek, di Plaza Indonesia itu Rp200 ribu atau Rp250 ribu. Kemudian di mal Astha juga sama, di Pantai Indah Kapuk juga harganya tinggi," ujarnya di Komplek DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
Atas dasar itu, Jupiter meminta Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung untuk segera merespons ketimpangan harga parkir valet dengan merilis aturan baru.
"Saya sebagai Ketua Pansus Parkir mendesak kepada Gubernur DKI Jakarta untuk segera menerbitkan Pergub baru terhadap perparkiran, karena aturan Pergub yang lama sudah tidak relevan," tegasnya.
Jupiter menambahkan, perkembangan zaman yang begitu pesat membuat Peraturan Daerah (Perda) maupun Peraturan Gubernur (Pergub) lama sudah tidak lagi mampu mengakomodasi kebutuhan tata kelola parkir modern.
Salah satunya seperti ketiadaan aturan yang mewajibkan sistem pembayaran digital, demi menciptakan manajemen parkir yang lebih transparan di Jakarta.
"Perda yang lama tidak mengatur pembayaran untuk menciptakan tata kelola perparkiran yang lebih transparan, akuntabel dan efisien," kata Jupiter.
Ia tak lupa menggarisbawahi bahwa langkah pembenahan regulasi ini sangat krusial, jika pemerintah ingin mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menutup celah praktik pungli.
Baca Juga: Kepala Dishub DKI Jadi Calon Wali Kota Jaksel, DPRD Soroti Ego Sektoral dan Lambannya Birokrasi
"Itu yang harus dilakukan Gubernur kalau PAD-nya mau naik. Jangan sampai, celah yang dibiarkan sampai saat ini membuka ruang yang sangat besar kepada oknum-oknum yang ada di pemerintahan Provinsi DKI Jakarta," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan