-
Perang Iran menyebabkan gangguan distribusi 20 persen pasokan fosfat dunia melalui Selat Hormuz.
-
Kebijakan bea impor pupuk dari Rusia dan Maroko memperparah lonjakan harga pangan domestik.
-
Penangguhan tarif impor mendesak dilakukan guna melindungi petani dan mencegah krisis kelaparan global.
Suara.com - Konflik bersenjata perang Amerika Serikat - Israel dengan Iran tidak hanya memicu ledakan harga bahan bakar, tetapi kini menciptakan bom waktu bagi ketahanan pangan global.
Kelangkaan pasokan nutrisi tanaman menjadi ancaman nyata yang dapat memicu lonjakan harga kebutuhan pokok di meja makan konsumen dalam waktu dekat.
Diulas oleh heritage.org kebijakan Departemen Perdagangan Amerika Serikat terkait penerapan bea masuk terhadap pupuk fosfat dari Maroko dan Rusia dituding memperparah situasi ini.
Pungutan tambahan yang dimaksudkan untuk melindungi industri domestik tersebut justru menjadi bumerang saat rantai pasok dunia sedang berada dalam kondisi darurat.
Ketergantungan pada pasar global membuat setiap hambatan tarif menjadi beban tambahan bagi para petani yang sedang berjuang di musim tanam.
"Berbeda dengan krisis minyak yang menyebabkan harga bensin dan solar meroket, krisis pupuk lebih seperti bom waktu yang siap meledak," tulis artikel itu.
Gangguan di Selat Hormuz telah melumpuhkan sekitar 20 persen distribusi fosfat dunia yang sangat krusial bagi keberlangsungan sektor pertanian.
Tanpa ketersediaan pupuk sintetis yang terjangkau, risiko penurunan hasil panen secara drastis mengintai banyak negara dan mengancam kecukupan pangan.
Kondisi ini bukan sekadar prediksi ekonomi, melainkan ancaman sosiologis di mana separuh populasi dunia bisa menghadapi kelaparan tanpa dukungan pupuk.
Baca Juga: AS Akui 415 Serdadunya Jadi Korban Perang Iran, Mayoritas Otaknya Terganggu
Data penelitian menunjukkan bahwa kebijakan tarif ini memaksa keluarga mengeluarkan biaya tambahan hingga miliaran dolar per tahun untuk belanja kebutuhan sehari-hari.
Monopoli Produksi di Tengah Situasi Darurat
Di sisi lain, kebijakan pembatasan impor ini memberikan keuntungan finansial besar bagi perusahaan produsen pupuk dalam negeri karena minimnya persaingan.
Produsen lokal seperti The Mosaic Co. dan J.R. Simplot Co. dapat mematok harga tinggi sementara pasokan dari luar negeri terhambat oleh pajak.
Kapasitas industri domestik saat ini belum mampu menutup lubang besar yang ditinggalkan oleh hilangnya pasokan dari eksportir utama seperti Arab Saudi.
Mempertahankan tarif tinggi di masa perang dianggap sebagai langkah yang tidak logis dan justru memperlemah ketahanan nasional sebuah bangsa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi
-
Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?
-
Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600
-
Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan
-
Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis
-
Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah
-
5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda
-
Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah
-
PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak
-
AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?