-
Iran menetapkan status siaga seratus persen untuk menghadapi potensi serangan baru Amerika Serikat.
-
Penyitaan kapal kargo di Teluk Oman oleh Amerika Serikat dianggap melanggar gencatan senjata.
-
Teheran memastikan akan melancarkan aksi balasan terhadap blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat.
Pihak peradilan menyatakan bahwa tindakan blokade tersebut merupakan sebuah ilegalitas yang harus mendapat konsekuensi setimpal.
"Blokade angkatan laut yang (Amerika Serikat) bicarakan tidak diragukan lagi adalah pelanggaran nyata," ungkap Ejei secara terbuka.
Pernyataan ini menjadi sinyal hijau bagi militer Iran untuk merancang strategi balasan terhadap pihak Amerika Serikat.
Ejei menekankan bahwa tindakan hukum dan militer akan ditempuh guna merespon gangguan di jalur perdagangan laut.
"Republik Islam pasti akan membalas," tegasnya menanggapi penyitaan kapal kargo yang memicu amarah nasional tersebut.
Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Amerika Serikat melakukan penyitaan kapal kargo Iran di Teluk Oman.
Ketegangan ini diperparah dengan serangkaian serangan udara yang sebelumnya menargetkan jajaran elit pemerintahan dan militer Iran.
Meskipun terdapat upaya gencatan senjata, kedua belah pihak masih saling melempar tuduhan pelanggaran komitmen keamanan di wilayah tersebut.
Baca Juga: Purbaya di Depan Investor Global: Pertumbuhan RI Tak Hanya Stabil, Tapi Juga Akan Lebih Produktif
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
- 7 Rekomendasi Lipstik Terbaik untuk Kondangan, Tetap On Point Dibawa Makan dan Minum
- Cari Mobil Bekas untuk Wanita? Ini 3 City Car Irit dan Nyaman untuk Harian
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
JK Meledak di Tengah Polemik Ijazah Jokowi dan Laporan Polisi, Apa yang Sedang Terjadi?
-
Kasus Pelecehan di Transportasi Umum, UPT PPPA Ajak Masyarakat Berani Bertindak
-
Proyek IT MBG Rp1,2 T Dituding Gaib, Kepala BGN Pastikan Anggaran Nyata dan Transparan
-
Bukan Sekadar Pelengkap, Sekjen KPP RI: Legislator Perempuan Kini Bagian dari Pengambil Kebijakan
-
Jadi Tersangka, Eks Kadis LH Jakarta Asep Kuswanto Lalai Kelola Bantargebang Sejak 2024
-
PKS Mendadak Copot Khoirudin dari Kursi Ketua DPRD DKI Jakarta, Ada Apa?
-
Istri Nadiem Makarim Sambangi DPR RI, Minta Audensi Terkait Kasus Chromebook
-
Jutaan Laporan Masuk, KAI Temukan Puluhan Kasus Pelecehan Seksual
-
Refly Harun Sebut Kabar Berkas Roy Suryo P21 Cuma Karangan: Jaksa Belum Terima Apa Pun!
-
Ketegangan Amerika SerikatIran Memanas, Ancaman Militer Menguat Jelang Akhir Gencatan Senjata