-
Pernikahan di India memicu beban utang besar akibat tekanan sosial untuk menggelar pesta mewah.
-
Praktik mahar ilegal tetap berlangsung dan memicu ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan setiap tahun.
-
Warga kurang mampu memilih pernikahan massal guna menghindari jeratan rentenir dan biaya tinggi.
Suara.com - Naveena Vanamala harus menghadapi kenyataan pahit bahwa hari bahagianya menjadi awal dari krisis finansial panjang.
Perempuan berusia 26 tahun ini terpaksa mengambil pinjaman bank demi menutupi biaya pernikahan yang membengkak dua kali lipat.
Padahal, sebagai eksekutif pemasaran media sosial, penghasilannya hanya berkisar pada angka 145 dolar AS per bulan.
Kondisi ini mencerminkan fenomena sistemik di India, di mana biaya pernikahan sering kali menguras seluruh tabungan hidup keluarga.
"Itu tidak sebanding dengan mengambil begitu banyak pinjaman," kata Vanamala dikutip dari CNN.
"Tetapi kami tidak punya pilihan. Kami harus melakukannya."
Industri pernikahan di India kini telah bertransformasi menjadi raksasa ekonomi dengan nilai mencapai 130 miliar dolar AS.
Bagi banyak keluarga, mengadakan pesta mewah bukan sekadar keinginan, melainkan tuntutan protokol sosial yang tidak bisa dihindari.
Kaveri Mehta, seorang mempelai lainnya, mengakui bahwa membatasi jumlah tamu undangan adalah hal yang hampir mustahil dilakukan.
Baca Juga: Rombongan Turis India Diduga Ambil Barang Hotel di Ubud, Aksi Terbongkar Saat Check-out
"Ada protokol sosial," jelasnya.
"Anda mengundang orang karena mereka mengundang Anda ke pernikahan mereka."
Ayah Kaveri, Rajiv Mehta, bahkan harus menghabiskan waktu dua tahun untuk merencanakan setiap detail teknis pesta tersebut.
"Kelihatannya bagus bagi orang lain," katanya.
"Tapi kami tahu apa yang telah menguras energi di dalamnya."
Komodifikasi Pernikahan dan Peran Makelar
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan