News / Internasional
Rabu, 22 April 2026 | 13:22 WIB
Lingkaran Setan Pernikahan Kelas Menengah India, Bayar Utang Bertahun-tahun Demi 1 Hari Pesta (CNN)
Baca 10 detik
  • Pernikahan di India memicu beban utang besar akibat tekanan sosial untuk menggelar pesta mewah.

  • Praktik mahar ilegal tetap berlangsung dan memicu ribuan kasus kekerasan terhadap perempuan setiap tahun.

  • Warga kurang mampu memilih pernikahan massal guna menghindari jeratan rentenir dan biaya tinggi.

Suara.com - Naveena Vanamala harus menghadapi kenyataan pahit bahwa hari bahagianya menjadi awal dari krisis finansial panjang.

Perempuan berusia 26 tahun ini terpaksa mengambil pinjaman bank demi menutupi biaya pernikahan yang membengkak dua kali lipat.

Padahal, sebagai eksekutif pemasaran media sosial, penghasilannya hanya berkisar pada angka 145 dolar AS per bulan.

Ilustrasi Pernikahan (Unsplash/Jeremy Wong Weddings)

Kondisi ini mencerminkan fenomena sistemik di India, di mana biaya pernikahan sering kali menguras seluruh tabungan hidup keluarga.

"Itu tidak sebanding dengan mengambil begitu banyak pinjaman," kata Vanamala dikutip dari CNN.

"Tetapi kami tidak punya pilihan. Kami harus melakukannya."

Industri pernikahan di India kini telah bertransformasi menjadi raksasa ekonomi dengan nilai mencapai 130 miliar dolar AS.

Bagi banyak keluarga, mengadakan pesta mewah bukan sekadar keinginan, melainkan tuntutan protokol sosial yang tidak bisa dihindari.

Kaveri Mehta, seorang mempelai lainnya, mengakui bahwa membatasi jumlah tamu undangan adalah hal yang hampir mustahil dilakukan.

Baca Juga: Rombongan Turis India Diduga Ambil Barang Hotel di Ubud, Aksi Terbongkar Saat Check-out

"Ada protokol sosial," jelasnya.

"Anda mengundang orang karena mereka mengundang Anda ke pernikahan mereka."

Ayah Kaveri, Rajiv Mehta, bahkan harus menghabiskan waktu dua tahun untuk merencanakan setiap detail teknis pesta tersebut.

"Kelihatannya bagus bagi orang lain," katanya.

"Tapi kami tahu apa yang telah menguras energi di dalamnya."

Komodifikasi Pernikahan dan Peran Makelar

Load More