-
Donald Trump melakukan blokade total Selat Hormuz untuk melumpuhkan pendapatan ekonomi harian Iran.
-
Militer Iran mengancam akan menyerang target Amerika dan Israel jika agresi militer berlanjut.
-
Proses negosiasi perdamaian di Pakistan gagal terlaksana karena ketidakhadiran delegasi pemerintah Iran.
Suara.com - Donald Trump secara resmi mengklaim telah mengunci total akses navigasi di Selat Hormuz untuk menekan posisi tawar Iran.
Langkah drastis ini diklaim mengakibatkan Iran kehilangan potensi pendapatan hingga 500 juta dolar AS setiap harinya.
Dikutip dari Skynews, blokade militer ini menjadi instrumen baru Washington untuk memaksa Iran kembali ke meja perundingan dengan syarat ketat.
Amerika Serikat menutup akses pelabuhan Iran setelah dialog perdamaian yang direncanakan di Pakistan mengalami kegagalan.
Trump menegaskan bahwa pembukaan kembali jalur strategis tersebut hanya akan terjadi jika kesepakatan baru berhasil dicapai.
Terkait situasi ini, Donald Trump menyampaikan pernyataan terbuka melalui platform media sosial miliknya mengenai kondisi terkini.
"Iran tidak ingin Selat Hormuz ditutup, mereka ingin jalur itu terbuka sehingga mereka bisa menghasilkan $500 Juta Dolar sehari (yang mana, merupakan kerugian mereka jika jalur itu ditutup!)," ujar Trump.
Ia juga menambahkan alasan di balik retorika pihak Iran yang seolah-olah menginginkan penutupan jalur tersebut.
"Mereka hanya mengatakan ingin jalur itu ditutup karena saya telah memblokadenya secara total (TERTUTUP!), jadi mereka hanya ingin 'menjaga gengsi'," lanjutnya.
Baca Juga: Inggris dan Prancis akan Gelar Pertemuan Militer 20 Negara, Bahas Strategi Buka Kembali Selat Hormuz
Trump mengungkapkan adanya pihak yang memintanya membuka blokade namun ia menolak demi kepentingan diplomasi jangka panjang.
Ancaman Serangan Balasan Iran
"Orang-orang mendatangi saya empat hari lalu, mengatakan, 'Tuan, Iran ingin membuka Selat itu, segera.' Namun jika kita melakukan itu, tidak akan pernah ada Kesepakatan dengan Iran, kecuali kita menghancurkan sisa negara mereka, termasuk para pemimpin mereka!" tegas Trump.
Di sisi lain, militer Iran bereaksi keras dengan mengancam akan menghantam aset-aset Amerika Serikat dan Israel.
Ebrahim Zolfaghari selaku juru bicara militer menyampaikan peringatan tersebut melalui saluran televisi resmi pemerintah Iran.
Pihak Teheran berjanji akan memberikan pelajaran yang lebih berat jika agresi militer terhadap kedaulatan mereka berlanjut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Tinggalkan Kerja di Luar Negeri, Eks PMI Justru Cuan dari Makanan Sehat
-
Honda NS150LA Menantang Dominasi Skutik Retro Andalkan Rangka Tubular dan Fitur Kamera Bawaan
-
Perempuan Berkebutuhan Khusus Tewas Terpanggang saat Rumahnya Terbakar
-
DFSK E5 Plus Kantongi 1.100 Pemesanan Sebelum Resmi Meluncur di GIIAS 2026
-
5 Hair Mask untuk Merawat Rambut Diwarnai agar Tetap Sehat dan Cerah
-
Pesan Sahroni ke Kuntadi Usai Jadi Jampidsus: Jangan Main Mata Terkait Kasus Febrie
-
Dedi Mulyadi Kalah di PTUN, SK UMSK Jabar Harus Dicabut
-
Huawei MatePad Pro Max Meluncur, Tantang Dominasi Laptop dengan AI PC-Level dan Desain Tertipis
-
4 Cushion Proteksi SPF 50 Solusi Anti-Ribet Touch-Up saat Aktivitas Outdoor
-
Bantu Persiapan Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2026, John Herdman Angkat Topi untuk Bali United