Selain kekerasan langsung dari pertempuran berkelanjutan, Dujarric menyoroti ancaman serius lain yang menambah krisis kemanusiaan yakni sisa-sisa perang berupa bom dan muatan eksplosif yang belum meledak tersebar di seluruh wilayah Gaza.
Pihak-pihak yang bekerja pada program de-mining dan pembersihan ranjau telah menjalankan sesi edukasi keselamatan untuk puluhan ribu warga sipil tentang bahaya sisa-sisa perang ini. Namun, upaya ini terhambat oleh pembatasan akses yang ketat.
PBB menekankan bahwa mengatasi ancaman ini secara efektif memerlukan masuknya peralatan khusus dan seperangkat lengkap kegiatan pembersihan serta pemusnahan bom.
Pembatasan yang berlaku termasuk keterbatasan pada entri peralatan yang diperlukan untuk membuang amunisi eksplosif terus menghambat respons kemanusiaan secara keseluruhan.
"Upaya untuk mengatasi ancaman munisi yang belum meledak lebih efektif membutuhkan akses masuk peralatan khusus dan serangkaian aktivitas pembersihan yang komprehensif," jelas Dujarric dalam rinciannya.
Pelanggaran Gencatan Senjata Terus Berlanjut
Data dari Gaza Media Office mengungkapkan bahwa sejak perjanjian gencatan senjata ditandatangani, telah terjadi 2.400 pelanggaran yang dilakukan oleh pasukan Israel.
Pelanggaran ini mencakup pembunuhan, penangkapan sewenang-wenang, blokade pasokan, dan tindakan yang menyebabkan kekurangan pangan bagi penduduk sipil.
Dampak nyata dari setiap pelanggaran ini tercermin dalam data Kementerian Kesehatan Gaza. Hingga hari Senin terakhir, pelanggaran-pelanggaran tersebut telah mengakibatkan kematian 777 warga Palestina dan luka-luka pada 2.193 orang lainnya.
Jumlah ini terus bertambah seiring berjalannya waktu, menunjukkan bahwa gencatan senjata yang semestinya membawa ketenangan justru menjadi perpanjangan dari peperangan dengan intensitas yang fluktuatif namun tetap membunuh dan melukai.
Baca Juga: Tak Hanya dengan Rudal, Begini Cara Bejat Tentara Zionis Usir Warga Palestina dari Tepi Barat
Kekerasan Meluas ke Tepi Barat yang Diduduki
Laporan PBB tidak hanya fokus pada Gaza. Mereka juga mencatat pola mengkhawatirkan dari kekerasan Israel di Tepi Barat yang diduduki, daerah lain yang menjadi bagian dari konflik Palestina-Israel yang lebih luas.
Data dari Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) menunjukkan bahwa selama kuartal pertama tahun 2026, sebanyak 33 warga Palestina telah tewas dan 790 orang lainnya terluka oleh tangan pasukan Israel atau penggemar bersenjata Israel.
Dalam periode yang sama, lebih dari 540 serangan yang dilakukan oleh para penggemar Israel menyebabkan korban jiwa atau kerusakan properti.
Desakan Pertanggungjawaban Internasional
Dalam pernyataannya, Dujarric menekankan komitmen PBB terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan universal. Dia menegaskan bahwa setiap serangan yang menyasar penduduk sipil harus diselidiki secara menyeluruh, dan penduduk sipil harus dilindungi dari segala bentuk kekerasan.
"Setiap serangan yang menyasar warga sipil harus diselidiki, dan perlindungan kepada penduduk sipil harus menjadi prioritas.
Sebagai kekuatan pendudukan, Israel memiliki tanggung jawab untuk melindungi populasi Palestina, dan para pelanggar harus diadili sesuai hukum kemanusiaan internasional," tegas Dujarric.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Tak Hanya dengan Rudal, Begini Cara Bejat Tentara Zionis Usir Warga Palestina dari Tepi Barat
-
Tolak 'Di-Gaza-kan', Hezbollah Siap Hancurkan Blokade 'Garis Kuning' Israel di Lebanon
-
Warga Israel Muak dengan Netanyahu, Akui Rezim Zionis Gagal Kalahkan Iran
-
Biadab! Tentara Zionis dan Pemukim Ilegal Israel Bantai Warga Palestina di Tepi Barat
-
Militer Iran Siaga Tempur 100 Persen Tantang Serangan AS Meski Status Gencatan Senjata Diperpanjang
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
- 4 Sepatu Lari Lokal Harga Rp100 Ribuan dengan Ulasan Terbaik, Pas Buat Jogging
- Mengenal Sosok Alexandra Askandar, Bankir Perempuan Berpengaruh di Jajaran Top Level BUMN
Pilihan
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
Terkini
-
KPK Ungkap Alasan Tak Menerbitkan Surat Panggilan untuk Silmy Karim
-
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Padat Karya, Syaratnya Cukup KTP Jakarta
-
Gus Ipul Kunjungi Al Falah Ploso, Minta Doa Kiai Huda untuk Munas-Konbes 2026
-
Sepertiga Kelurahan di Jakarta Belum Punya Pos Pemadam Kebakaran
-
Prasasti: Stabilitas Rupiah dan Inflasi Jadi Ujian Pemerintah
-
Ekstradisi Paulus Tannos ke Indonesia Tunggu Sidang Lanjutan di Singapura pada Agustus 2026
-
ICW soal Kasus Silmy Karim: Pemerasan Masih Marak, Pemerintah Gagal Benahi Sistem Perizinan.
-
4 Cara Mengelola Pengeluaran Bulanan agar Saldo Dompet Digital Lebih Hemat dengan ShopeePay
-
Sengketa Tanah Kedoya Memanas, Tergugat Persoalkan Status Kuasa Hukum Penggugat
-
Jakarta Siapkan Sistem Peringatan Dini Kualitas Udara, Warga Bisa Cek Polusi 3 Hari ke Depan