News / Internasional
Kamis, 23 April 2026 | 10:07 WIB
Seorang pejabat kontraterorisme yang diangkat pada era Donald Trump, Julia Varvaro. (Dok. Daily Mail)
Baca 10 detik
  • Julia Varvaro, pejabat kontraterorisme AS, menjalani cuti administratif akibat penyelidikan dugaan skandal penggunaan situs kencan "sugar daddy".
  • Seorang pria melaporkan Varvaro ke DHS atas tuduhan biaya gaya hidup mewah sebesar 40.000 dolar Amerika Serikat.
  • Varvaro membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa pengeluaran itu merupakan bagian dari hubungan pribadi eksklusifnya.

Suara.com - Seorang pejabat kontraterorisme yang diangkat pada era Donald Trump, Julia Varvaro, dilaporkan diskors setelah terseret dugaan skandal terkait penggunaan 'sugar daddy' untuk membiayai gaya hidupnya.

Wanita 29 tahun itu kini ditempatkan dalam status cuti administratif dari jabatannya sebagai Deputy Assistant Secretary for Counterterrorism. Langkah ini diambil menyusul penyelidikan atas dugaan keterlibatannya dengan profil kencan di situs 'Seeking'.

Seorang sumber dari Department of Homeland Security (DHS) menyebutkan kepada Daily Mail bahwa Varvaro sudah tidak lagi menjalankan tugasnya selama proses investigasi berlangsung.

Kasus ini mencuat setelah seorang pria bernama Robert B mengajukan keluhan resmi ke DHS. Ia mengklaim Varvaro memiliki profil di situs tersebut dengan nama “Alessia”.

Robert juga mengaku sempat menjalin hubungan dengan Varvaro setelah bertemu melalui aplikasi Hinge, dan mengklaim telah menghabiskan sekitar 40.000 dolar AS selama beberapa bulan hubungan mereka.

Pengeluaran tersebut, menurutnya, mencakup perjalanan ke Aruba, Italia, San Diego, hingga South Carolina. Meski demikian, ia mengaku tidak pernah bisa membuat Varvaro merasa puas.

Menanggapi tuduhan tersebut, Varvaro membantah melakukan pelanggaran. Ia menyatakan bahwa perjalanan yang dilakukan merupakan bagian dari hubungan pribadi.

“Saya tidak tahu bahwa pergi berlibur dengan pacar itu adalah hal yang salah. Kami berada dalam hubungan eksklusif. Kami pergi berlibur. Saya tidak mengerti apa masalahnya,” ujarnya kepada Daily Mail.

Ia juga membantah memiliki profil di situs 'Seeking', meskipun laporan media menyebutkan adanya deskripsi profil yang diduga miliknya.

Baca Juga: Selat Hormuz Memanas! Balas AS, Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Asing

Dalam pengaduannya, Robert menyebut bahwa ia tidak menginginkan hubungan berbasis transaksi, meski telah mengeluarkan puluhan ribu dolar untuk berbagai kebutuhan, termasuk perhiasan dan belanja mewah.

Ia juga mengklaim bahwa Varvaro pernah mengatakan pendidikan kuliahnya dibiayai oleh “sugar daddy”, serta menyebut koleksi perhiasannya berasal dari hubungan serupa.

Robert turut menyoroti dugaan tekanan finansial yang dialami Varvaro dan menilai hal tersebut berpotensi menjadi risiko keamanan.

Kasus ini muncul di tengah sorotan terhadap isu lain yang melibatkan lingkungan DHS pada bulan yang sama, meski belum ada keterkaitan langsung antara kedua kasus tersebut.

Load More