- Korps Garda Revolusi Iran menyita dua kapal dagang asing di Selat Hormuz pada Rabu, 22 April karena pelanggaran maritim.
- Insiden penyitaan terjadi setelah adanya serangan terhadap kapal kontainer di dekat Oman yang mengakibatkan kerusakan berat pada anjungan.
- Pemerintah Iran menuding Amerika Serikat melakukan pembajakan kapal di Laut Oman sehingga memicu ketegangan di tengah upaya diplomasi.
Suara.com - Iran menyita dua kapal dagang asing di Selat Hormuz dan menggiringnya ke wilayah pesisirnya, Rabu (22/4) waktu setempat.
Tindakan tegas Iran ini diambil hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Teheran.
Menurut kantor berita pemerintah Iran, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan penyitaan dilakukan karena kapal-kapal tersebut melanggar aturan maritim dan memasuki perairan strategis tanpa koordinasi.
'
Insiden ini terjadi sehari setelah sebuah kapal kontainer diserang di dekat Oman. Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) melaporkan kapal tersebut didekati kapal IRGC sebelum tembakan dilepaskan.
“Serangan menyebabkan kerusakan berat pada anjungan kapal, namun tidak ada kebakaran atau dampak lingkungan,” bunyi pernyataan resmi pihak UKMTO.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini dan seluruh awak kapal dinyatakan selamat.
Menurut Media Iran menyebut kapal yang diserang mengabaikan peringatan yang diberikan. Namun, perusahaan keamanan maritim Inggris menyatakan kapal tersebut telah mendapat izin untuk melintas dan berlayar di bawah bendera Liberia.
Ketegangan meningkat setelah Iran menuding Amerika Serikat menyita kapal dagang Iran di Laut Oman.
IRGC menyebut tindakan itu sebagai pembajakan bersenjata dan pelanggaran terhadap gencatan senjata.
Sementara itu, Trump mengatakan pihaknya menunda serangan militer terhadap Iran atas permintaan sejumlah pihak internasional.
Baca Juga: Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?
“Kami diminta menahan serangan sampai Iran menyampaikan proposal yang terpadu,” tulisnya di Truth Social.
Meski demikian, AS tetap mempertahankan blokade laut terhadap pelabuhan Iran dan memerintahkan militernya untuk tetap siaga.
Situasi ini menciptakan sinyal campuran di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung.
Berita Terkait
-
Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?
-
IHSG Diproyeksi Menguat Didorong Kabar Perundingan AS-Iran, Ini Saham Rekomendasinya
-
Wall Street Pecahkan Rekor Baru Setelah Trump Perpanjang Gencatan Senjata
-
Kepala Angkatan Laut AS Dipecat Usai Bentrok dengan 'Anak Kesayangan' Donald Trump
-
Trump Klaim Selamatkan 8 Perempuan Iran dari Tiang Gantungan, Teheran: Penyebar Hoax!
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Soroti Data Amburadul, DPRD DKI: Penataan Kampung Kumuh Jakarta Tak Tepat Sasaran!
-
Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?
-
Tampang Frendry Dona, Bos Lab Vape Narkoba Buron yang Manfaatkan Celah Sistem Ojol!
-
ASN Putra Daerah Tewas Ditembak OPM, TNI-Polri Sisir Hutan Yahukimo Buru Pelaku!
-
Warteg hingga Toko Listrik di Pulogebang Dilalap Api, 13 Unit Damkar Berjibaku Padamkan Kebakaran!
-
Kepala Angkatan Laut AS Dipecat Usai Bentrok dengan 'Anak Kesayangan' Donald Trump
-
Trump Klaim Selamatkan 8 Perempuan Iran dari Tiang Gantungan, Teheran: Penyebar Hoax!
-
Tentara Zionis Israel Bombardir Lebanon, 5 Warga Sipil Tewas Termasuk Seorang Jurnalis
-
Kejaksaan RI Buka Lelang, 400 Aset Sitaan Bakal Ditawarkan ke Publik
-
Golkar Usul Ambang Batas Parlemen 4-6 Persen, Bisa Berjenjang Hingga Tingkat Daerah