- Mantan agen CIA Larry Johnson menyebut Trump pernah mencoba mengakses kode nuklir untuk menyerang Iran dalam rapat darurat.
- Upaya penggunaan senjata nuklir tersebut digagalkan oleh Jenderal Dan Caine yang secara tegas menolak perintah Presiden Trump.
- Peristiwa yang diduga terjadi pada 18 April ini dipicu ketegangan konflik Operation Epic Fury di wilayah Iran.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat disebut sempat hendak memakai kode aktivasi senjata nuklir untuk memusnahkan Iran. Namun, sebelum ia sempat menggunakannya, Trump dicegah seorang jenderal.
Dikutip Newsweek, Kamis (23/4/2026), spekulasi itu dilontarkan oleh mantan perwira agen intelijen AS atau CIA, Larry Johnson.
"Trump mencoba mengakses kode nuklir dalam rapat darurat terkait perang di Iran," kata Larry Johnson dalam acara YouTube Judging Freedom, yang dipandu Andrew Napolitano.
Mulanya, kata Johnson, trump dan staf militernya tengah berdiskusi mengenai konflik yang sedang berlangsung, lalu sang presiden menunjukkan intensi untuk menggunakan kekuatan nuklir.
Namun, langkah tersebut kabarnya berhasil dihentikan oleh Jenderal Dan Caine, Ketua Kepala Staf Gabungan.
Dalam penuturannya, Johnson memberikan gambaran yang cukup spesifik mengenai suasana di dalam ruang rapat tersebut.
Ia menyebutkan, konfrontasi antara sang presiden dan pucuk pimpinan militer tersebut berakhir dengan ketegangan yang sangat tinggi.
“Salah satu laporan yang muncul dari pertemuan di Gedung Putih itu adalah, Trump ingin menggunakan kode nuklir dan Jenderal Dan Caine berdiri dan berkata ‘Tidak’,” ujar Johnson dalam wawancara tersebut.
Lebih lanjut, Johnson menjelaskan bagaimana Jenderal Caine mengambil posisi tegas untuk menentang permintaan presiden ke-45 AS tersebut, yang kini berusia 79 tahun.
Baca Juga: 40 Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Diintrogasi 5 Jam
Johnson menambahkan detail mengenai suasana setelah rapat yang diduga terjadi pada Sabtu, 18 April tersebut.
“Dia menggunakan hak istimewanya sebagai kepala militer, bisa dibilang begitu. Rupanya itu adalah sebuah keributan besar. Ada foto-foto Caine keluar dari pertemuan itu dengan kepala tertunduk. Ada beberapa hal yang sangat aneh terjadi di Washington DC,” ungkap Johnson.
Konteks Perang Operation Epic Fury
Ketegangan ini tidak muncul di ruang hampa. Sejak Februari, militer AS dan Israel telah melancarkan serangan udara masif ke wilayah Iran dalam sebuah operasi yang diberi nama Operation Epic Fury.
Konflik ini telah menelan korban jiwa yang sangat besar. Berdasarkan laporan AP, perang ini telah menewaskan sedikitnya 3.000 orang di Iran dan lebih dari 2.290 orang di Lebanon.
Dampak perang juga dirasakan oleh pihak sekutu, dengan matinya 15 tentara Israel di Lebanon dan 13 anggota militer AS di berbagai titik di kawasan tersebut.
Berita Terkait
-
40 Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Diintrogasi 5 Jam
-
Pejabat Kontraterorisme Era Donald Trump Diskors, Terseret Dugaan Skandal Sugar Daddy
-
Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101
-
Selat Hormuz Memanas! Balas AS, Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Asing
-
Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Hari Anak Nasional 2026: Sejarah, Makna, dan Tujuannya
-
Review Film Inglourious Basterds: Dilema Moral dan Balas Dendam Nazi
-
BRI Hadirkan Ekosistem Digital Berbasis ESG di Jember Fashion Carnaval 2026
-
Imigrasi Semarang Deportasi 14 WNA dan Tolak 21 WNA Masuk via Bandara Ahmad Yani
-
Bandung Coffee Carnival 2026 Banjir Promo dan Hadiah Menarik dari BRImo
-
Weton yang Tidak Boleh ke Gunung Kawi Menurut Mitos Jawa
-
Prestasi Anak Tak Ditentukan dari Piala, Tapi Nutrisi di Pagi Hari
-
Sekali Duduk Tamat! 7 Rekomendasi Drakor yang Bikin Susah Berhenti Nonton
-
Jose Mourinho Dikabarkan Ngamuk Usai Aurelien Tchouameni Menuju Manchester United
-
Beli Samsung Galaxy Z Fold 8 Pakai Kartu BRI, Hemat Hingga Rp5 Juta