- Sekretaris AL AS mendadak mundur saat militer memimpin operasi blokade besar di Selat Hormuz.
- Keputusan ini menambah daftar panjang eksodus pejabat tinggi Pentagon sejak meletusnya perang melawan Iran.
- Jabatan strategis tersebut kini dipegang oleh Hung Cao, mantan pengungsi Vietnam dan lulusan militer.
Suara.com - Di tengah memanasnya perang Iran dan operasi blokade raksasa di Selat Hormuz, kejutan besar datang dari Amerika Serikat. Sekretaris AL AS, John Phelan, mendadak melepaskan jabatan strategisnya tanpa alasan yang jelas.
Keputusan ini memicu tanda tanya besar soal soliditas Pentagon di masa krisis. Publik bertanya-tanya, apakah sang miliarder murni mengundurkan diri atau justru dilengserkan secara paksa.
Apalagi, kepergiannya terjadi saat militer tengah menjalankan salah satu operasi maritim terbesar dalam sejarah modern. Sebuah ironi ketika pucuk pimpinan memilih pergi saat armada laut sedang bertaruh nyawa.
Eksodus Pentagon Makin Tak Terkendali
Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, mengumumkan kabar mengejutkan ini melalui platform X. Sayangnya, ia menolak memberikan rincian lebih lanjut terkait latar belakang insiden tersebut.
Pengunduran diri Phelan dari kursi kekuasaannya dikonfirmasi "berlaku segera". Demikian pernyataan resmi Departemen Pertahanan AS terkait dinamika terbaru di internal mereka.
Parnell hanya merilis pernyataan yang sangat singkat untuk menutup polemik.
"Kami mendoakan yang terbaik untuk langkahnya di masa depan," ujar Parnell.
Kepergian Phelan memperpanjang daftar panjang pejabat tinggi Pentagon yang hengkang belakangan ini. Badai perombakan ini memang terus menghantam sejak eskalasi militer di Timur Tengah pecah.
Baca Juga: Trauma Berat Dilecehkan Syekh Ahmad Al Misry, Korban Teriak Histeris hingga Nyaris Murtad
Awal bulan ini, Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga mengambil langkah agresif yang mengejutkan. Ia meminta Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Randy George, untuk melepaskan jabatannya.
Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada komentar resmi dari pihak Gedung Putih. Sikap bungkam pemerintah justru semakin memanaskan spekulasi panas di kalangan pengamat militer.
Dari Miliarder Menjadi Tanda Tanya
Sebelum masuk ke lingkaran pemerintahan, sosok Phelan lebih dikenal sebagai pengusaha sukses.
Ia merupakan salah satu donor utama kampanye Presiden Donald Trump sebelum pelantikan keduanya.
Rekam jejak bisnisnya sangat mentereng di dunia manajemen investasi swasta kelas atas. Ia adalah pendiri MSD Capital yang mengelola kekayaan keluarga pembuat komputer, Michael Dell.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Tingkatkan Kenyamanan Peserta, BPJS Kesehatan Resmikan Layanan PIONIR di Kantor Cabang Mataram
-
Ulasan Cafe Minamdang: Penyamaran Dukun Palsu Bongkar Aksi Kejahatan
-
Gedung Baru Pemkab Kediri Resmi Difungsikan, Mas Dhito Dorong Optimalisasi Pelayanan Publik
-
Sudaryono Akui Ada Penyelewengan di BGN, Janji Ubah Tata Kelola Berbasis Sistem
-
Adaptasi Doc Martin, Drama Medis Komedi Best Medicine Siap Hadir di Netflix
-
Bawa Baterai "Monster" 9.020 mAh, iQOO Z11 Sanggup Diajak Main MLBB Berapa Jam?
-
Strategi Spektrum XLSMART di Jalur 700 MHz dan 2,6 GHz demi Masa Depan 5G Indonesia
-
Lantik 1.177 Perwira, Prabowo Tegaskan TNI-Polri Adalah Jantung Negara
-
Bus H2 DDF dan Koridor Jakarta-Patimban, Tandai Babak Baru Ekosistem Hidrogen Indonesia
-
Investor Enggan Masuk, Proyek Storage Minyak Nasional Jalan di Tempat