News / Internasional
Kamis, 23 April 2026 | 10:26 WIB
Kolase foto senjata nuklir AS (kiri) dan Presiden AS Donald Trump (kanan). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Mantan agen CIA Larry Johnson menyebut Trump pernah mencoba mengakses kode nuklir untuk menyerang Iran dalam rapat darurat.
  • Upaya penggunaan senjata nuklir tersebut digagalkan oleh Jenderal Dan Caine yang secara tegas menolak perintah Presiden Trump.
  • Peristiwa yang diduga terjadi pada 18 April ini dipicu ketegangan konflik Operation Epic Fury di wilayah Iran.

Tanggal 3 April, situasi semakin genting ketika sebuah pesawat tempur F-15 Eagle milik AS ditembak jatuh di atas wilayah Iran, yang menyebabkan dua pilot Amerika dinyatakan hilang.

Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan, Trump sangat emosional menanggapi insiden F-15 tersebut.

Ia dikabarkan berteriak kepada para pejabat militer selama berjam-jam, dan menuntut misi penyelamatan segera.

Ketakutan akan terulangnya tragedi krisis sandera Iran tahun 1979 dilaporkan menghantui pikiran Trump, membuatnya semakin tidak terduga dalam mengambil keputusan.

Keraguan dan Verifikasi Data

Meskipun klaim Larry Johnson telah menjadi pembicaraan hangat di kalangan pengamat politik, penting untuk dicatat bahwa hingga saat ini belum ada bukti kuat yang mendukung pernyataan tersebut.

Pihak Gedung Putih dan Pentagon, belum memberikan komentar resmi meskipun telah dihubungi oleh berbagai media internasional seperti Newsweek.

Laporan dari The Mirror US menekankan, tidak ada catatan resmi mengenai rapat darurat yang terjadi pada hari Sabtu, 18 April.

Briefing Pentagon terakhir yang tercatat secara publik dilakukan pada 16 April, di mana Menteri Pertahanan Pete Hegseth tampil bersama Jenderal Caine.

Baca Juga: 40 Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Diintrogasi 5 Jam

Selain itu, muncul laporan paralel yang menyebutkan bahwa Trump mulai "diasingkan" dari Situation Room (Ruang Situasi) selama misi-misi krusial penyelamatan di Iran.

Para pejabat tinggi militer dan intelijen dikabarkan khawatir, temperamen Trump yang meledak-ledak dan sifatnya yang sulit ditebak, dapat mengganggu jalannya operasi militer yang sangat sensitif.

Load More