- Mantan agen CIA Larry Johnson menyebut Trump pernah mencoba mengakses kode nuklir untuk menyerang Iran dalam rapat darurat.
- Upaya penggunaan senjata nuklir tersebut digagalkan oleh Jenderal Dan Caine yang secara tegas menolak perintah Presiden Trump.
- Peristiwa yang diduga terjadi pada 18 April ini dipicu ketegangan konflik Operation Epic Fury di wilayah Iran.
Tanggal 3 April, situasi semakin genting ketika sebuah pesawat tempur F-15 Eagle milik AS ditembak jatuh di atas wilayah Iran, yang menyebabkan dua pilot Amerika dinyatakan hilang.
Laporan dari Wall Street Journal menyebutkan, Trump sangat emosional menanggapi insiden F-15 tersebut.
Ia dikabarkan berteriak kepada para pejabat militer selama berjam-jam, dan menuntut misi penyelamatan segera.
Ketakutan akan terulangnya tragedi krisis sandera Iran tahun 1979 dilaporkan menghantui pikiran Trump, membuatnya semakin tidak terduga dalam mengambil keputusan.
Keraguan dan Verifikasi Data
Meskipun klaim Larry Johnson telah menjadi pembicaraan hangat di kalangan pengamat politik, penting untuk dicatat bahwa hingga saat ini belum ada bukti kuat yang mendukung pernyataan tersebut.
Pihak Gedung Putih dan Pentagon, belum memberikan komentar resmi meskipun telah dihubungi oleh berbagai media internasional seperti Newsweek.
Laporan dari The Mirror US menekankan, tidak ada catatan resmi mengenai rapat darurat yang terjadi pada hari Sabtu, 18 April.
Briefing Pentagon terakhir yang tercatat secara publik dilakukan pada 16 April, di mana Menteri Pertahanan Pete Hegseth tampil bersama Jenderal Caine.
Baca Juga: 40 Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Diintrogasi 5 Jam
Selain itu, muncul laporan paralel yang menyebutkan bahwa Trump mulai "diasingkan" dari Situation Room (Ruang Situasi) selama misi-misi krusial penyelamatan di Iran.
Para pejabat tinggi militer dan intelijen dikabarkan khawatir, temperamen Trump yang meledak-ledak dan sifatnya yang sulit ditebak, dapat mengganggu jalannya operasi militer yang sangat sensitif.
Berita Terkait
-
40 Warga Israel Ditahan di Bandara Rusia, Diintrogasi 5 Jam
-
Pejabat Kontraterorisme Era Donald Trump Diskors, Terseret Dugaan Skandal Sugar Daddy
-
Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101
-
Selat Hormuz Memanas! Balas AS, Garda Revolusi Iran Sita Dua Kapal Asing
-
Mundur Tiba-Tiba! Ada Apa dengan Petinggi Angkatan Laut AS Saat Blokade Iran?
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
5 Sepatu Lari Lokal Rp300 Ribuan, Kualitas Terbaik dengan Harga Bersahabat
-
DFSK E5 Plus Sudah Dirakit Lokal Jelang Peluncuran Resmi di GIIAS 2026
-
Investor Masih Senang Ambil Cuan, IHSG Tersungkur ke Level 6.300
-
Kejati Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Bawa Tiga Boks Dokumen
-
Krisis Air dan Perubahan Iklim Mengintai, Amdatara Desak Pabrik AMDK Segera Jadi Industri Hijau
-
Jakarta Mau Pungut Pajak Mobil Listrik, Penjualan Mobil Nasional Tetap Aman
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Tanamkan Karakter dan Wawasan Anak
-
Gen Z dan Sertifikat Online: Investasi Skill atau Sekadar Koleksi?
-
BRI Gelontorkan Rp70 Juta untuk Korban Kebakaran Pasar Parluasan
-
PKB Soroti Penurunan Jumlah Santri, Ijtima Ulama Bahas Masa Depan Pesantren