-
Jurnalis Amal Khalil tewas akibat serangan udara Israel di wilayah Tayri, Lebanon Selatan.
-
PM Lebanon menuduh Israel sengaja menargetkan jurnalis dan menghalangi evakuasi tim medis.
-
Militer Israel mengklaim serangan tersebut menyasar ancaman teroris, bukan sengaja menargetkan media.
Suara.com - Tragedi kemanusiaan kembali mencoreng masa gencatan senjata setelah serangan udara Israel menewaskan jurnalis di Lebanon Selatan.
Peristiwa mematikan di Kota Tayri ini menjadi bukti rapuhnya stabilitas keamanan meskipun kesepakatan damai tengah diupayakan.
Dikutip dri CNN, Kematian awak media ini memperpanjang daftar panjang kekerasan terhadap jurnalis yang bertugas di wilayah konflik perbatasan tersebut.
Amal Khalil dari surat kabar Al Akhbar dikonfirmasi gugur saat menjalankan tugas jurnalistiknya di tengah gempuran udara.
Rekan sejawatnya, fotografer lepas Zeinab Faraj, dilaporkan mengalami luka serius akibat ledakan yang menghancurkan tempat perlindungan mereka.
Perdana Menteri Lebanon, Nawaf Salam, memberikan pernyataan keras melalui media sosial terkait serangan mematikan yang menargetkan warga sipil.
“Menargetkan jurnalis dan menghalangi akses tim penyelamat ke lokasi mereka, kemudian menargetkan kembali tim tersebut setelah mereka tiba, merupakan kejahatan perang yang nyata,” ujar Nawaf Salam.
Beliau menegaskan bahwa tindakan militer Israel terhadap pekerja media bukan lagi merupakan kejadian yang berdiri sendiri.
“Ini adalah metode yang mapan yang kami kutuk,” tegas sang Perdana Menteri dalam pernyataan resminya.
Baca Juga: Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101
Data menunjukkan bahwa Amal Khalil merupakan pekerja media keempat yang tewas akibat tindakan militer Israel sejak Maret lalu.
Upaya Penyelamatan di Bawah Desing Peluru
Laporan dari National News Agency (NNA) menyebutkan bahwa proses evakuasi korban berlangsung sangat mencekam dan berbahaya.
Tim Palang Merah terpaksa membawa Zeinab Faraj ke rumah sakit di tengah ancaman tembakan senjata api dari pasukan lawan.
Otoritas Lebanon menuding militer Israel sengaja menghambat pekerjaan tim darurat yang berusaha menolong para korban di reruntuhan.
Serangan di kota Tayri tersebut tidak hanya menyasar bangunan perlindungan jurnalis, tetapi juga merenggut nyawa beberapa warga lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!
-
Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard
-
Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani
-
Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat
-
Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini
-
Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik
-
Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas
-
Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100
-
Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?
-
Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup