-
Jurnalis Amal Khalil tewas akibat serangan udara Israel di wilayah Tayri, Lebanon Selatan.
-
PM Lebanon menuduh Israel sengaja menargetkan jurnalis dan menghalangi evakuasi tim medis.
-
Militer Israel mengklaim serangan tersebut menyasar ancaman teroris, bukan sengaja menargetkan media.
Militer Israel sendiri berdalih bahwa serangan tersebut diarahkan pada struktur yang dianggap sebagai basis militer Hezbollah.
Pihak militer Israel mengklaim telah mendeteksi dua kendaraan mencurigakan yang mendekati posisi pasukan mereka dengan cara mengancam.
Meski mengakui ada jurnalis yang terluka, Israel bersikeras bahwa mereka tidak pernah menjadikan wartawan sebagai target operasi.
“Israel tidak menargetkan jurnalis dan bertindak untuk memitigasi bahaya terhadap mereka sambil menjaga keselamatan dan keamanan pasukannya,” tulis pernyataan resmi militer.
Namun, Committee to Protect Journalists (CPJ) memberikan pandangan yang berlawanan dan menuntut pertanggungjawaban penuh atas insiden ini.
“CPJ menganggap pasukan Israel bertanggung jawab atas bahaya terhadap nyawa Amal Khalil dan luka-luka yang diderita Zeinab Faraj setelah serangan yang ditargetkan pada lokasi mereka,” kata Direktur Regional CPJ, Sara Qudah.
Insiden berdarah ini terjadi di tengah masa gencatan senjata 10 hari yang sebelumnya diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump.
Kesepakatan tersebut seharusnya memberikan ruang bagi dialog diplomatik untuk mengakhiri perseteruan antara Israel dan kelompok Hezbollah.
Rencananya, perundingan lanjutan antara pejabat kedua negara akan segera dilangsungkan di Washington guna membahas solusi jangka panjang.
Baca Juga: Saling Kunci di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melemah Tipis ke Level USD 101
Berdasarkan data CPJ, Israel bertanggung jawab atas dua pertiga dari total kematian jurnalis dan pekerja media sepanjang tahun 2025.
Pakar PBB kini mendesak adanya investigasi internasional yang independen untuk mengusut tuntas rangkaian pembunuhan wartawan di wilayah Lebanon.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
Terkini
-
Soal Kasus Guru Atun Dihina Siswa di Kelas, Komisi X DPR: Ini Tamparan Keras Dunia Pendidikan
-
Daya Beli Terancam Gegara Harga Naik, DPR Minta Pemerintah Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng
-
Nekat Pungut Biaya? Sekolah Swasta Gratis di Jakarta Terancam Sanksi Tegas!
-
KPK Usul Masa Jabatan Ketum Parpol Maksimal 2 Periode: Demi Cegah Korupsi dan Dinasti Politik?
-
Peluang Juara Persija Semakin Kecil, Mauricio Souza Beberkan Masalah Tim
-
Saiful Mujani Kembali Dipolisikan Soal Makar, Kuasa Hukum Bilang Begini
-
Cetak Pemimpin Antikorupsi, Gubernur Lemhannas Bawa Peserta P4N Belajar Langsung ke KPK
-
Selat Malaka di Tengah Bayang-bayang Konflik Global, Sinyal Keras dari Singapura
-
Pembahasan Formal RUU Pemilu Belum Dimulai, PAN Usul Jadi Inisiatif Pemerintah
-
Tanggapi Usulan KPK Soal Masa Jabatan Ketum Parpol, Sekjen Golkar: Demokrasi Internal Lebih Penting