News / Metropolitan
Kamis, 23 April 2026 | 14:53 WIB
Sejumlah penumpang menunggu kereta LRT Jabodebek. [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Pemprov DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus Rp1 untuk Transjakarta, MRT, dan LRT pada tanggal 24 Maret 2026.
  • Kebijakan tersebut diterapkan dalam rangka memperingati Hari Kartini serta Hari Transportasi Nasional untuk meningkatkan minat penggunaan transportasi.
  • Jumlah penumpang transportasi publik Jakarta pada Triwulan I 2026 mencapai 112,1 juta orang atau naik 7,99 persen.

Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus Rp1 bagi para pengguna transportasi publik di ibu kota pada Kamis (24/3/2026).

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh masyarakat yang menggunakan layanan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mulai pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB.

Pemberian tarif khusus dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus Hari Transportasi Nasional.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan stimulus agar warga semakin gemar naik kendaraan umum.

“Ini kami berikan agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan transportasi umum,” ujar Pramono dalam keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Namun bagi pengguna layanan Mikrotrans, Transjakarta Cares, dan kelompok penerima tarif Rp0, aturan lama tetap berlaku sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 160 Tahun 2016.

Menilik data yang ada, antusiasme masyarakat Jakarta dalam menggunakan transportasi publik memang terus menunjukkan tren positif.

Tercatat sepanjang Triwulan I 2026, jumlah penumpang tiga moda transportasi andalan Jakarta tersebut sudah menembus angka 112,1 juta orang.

Pencapaian tersebut melesat 7,99 persen, jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Penumpang KRL Diajak Berani Lawan Pelecehan

Lonjakan penumpang ini dipicu ekspansi rute, penambahan armada, hingga modernisasi sistem pembayaran digital yang semakin memudahkan pengguna.

Selain itu, Pramono menekankan pentingnya berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi umum demi kesehatan lingkungan kota.

“Beralih ke transportasi publik membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara. Selain itu, lebih hemat biaya, waktu, dan tenaga, serta mendorong gaya hidup sehat,” pungkasnya.

Load More