- Pemprov DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus Rp1 untuk Transjakarta, MRT, dan LRT pada tanggal 24 Maret 2026.
- Kebijakan tersebut diterapkan dalam rangka memperingati Hari Kartini serta Hari Transportasi Nasional untuk meningkatkan minat penggunaan transportasi.
- Jumlah penumpang transportasi publik Jakarta pada Triwulan I 2026 mencapai 112,1 juta orang atau naik 7,99 persen.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberlakukan tarif khusus Rp1 bagi para pengguna transportasi publik di ibu kota pada Kamis (24/3/2026).
Kebijakan ini berlaku bagi seluruh masyarakat yang menggunakan layanan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta mulai pukul 00.00 hingga pukul 23.59 WIB.
Pemberian tarif khusus dilakukan dalam rangka memperingati Hari Kartini sekaligus Hari Transportasi Nasional.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan stimulus agar warga semakin gemar naik kendaraan umum.
“Ini kami berikan agar masyarakat semakin terbiasa menggunakan transportasi umum,” ujar Pramono dalam keterangan resmi Pemprov DKI Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Namun bagi pengguna layanan Mikrotrans, Transjakarta Cares, dan kelompok penerima tarif Rp0, aturan lama tetap berlaku sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 160 Tahun 2016.
Menilik data yang ada, antusiasme masyarakat Jakarta dalam menggunakan transportasi publik memang terus menunjukkan tren positif.
Tercatat sepanjang Triwulan I 2026, jumlah penumpang tiga moda transportasi andalan Jakarta tersebut sudah menembus angka 112,1 juta orang.
Pencapaian tersebut melesat 7,99 persen, jika disandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Penumpang KRL Diajak Berani Lawan Pelecehan
Lonjakan penumpang ini dipicu ekspansi rute, penambahan armada, hingga modernisasi sistem pembayaran digital yang semakin memudahkan pengguna.
Selain itu, Pramono menekankan pentingnya berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi umum demi kesehatan lingkungan kota.
“Beralih ke transportasi publik membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara. Selain itu, lebih hemat biaya, waktu, dan tenaga, serta mendorong gaya hidup sehat,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari
-
Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang
-
Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo
-
Gas Industri Melejit Picu Bada PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo
-
Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran
-
Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global
-
Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola
-
Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik
-
Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal
-
Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!