Suara.com - Mulai 18 April 2026, harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) non-subsidi seperti tabung 5,5 kg dan 12 kg resmi mengalami penyesuaian. Kenaikan ini terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Tak heran jika banyak masyarakat yang mencari tahu harga terbaru elpiji subsidi dan non-subsidi. Pasalnya, LPG menjadi kebutuhan utama rumah tangga hingga pelaku usaha kecil, sehingga setiap kenaikan harga pasti berdampak luas.
Kenaikan harga LPG tidak terjadi tanpa alasan. Salah satu faktor utama adalah lonjakan harga minyak dunia akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.
Ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak pada distribusi energi global. Jalur strategis seperti Selat Hormuz, yang menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan minyak dunia, ikut terganggu.
Akibatnya, pasokan energi global tertekan dan harga minyak melonjak, yang kemudian berimbas pada harga LPG di dalam negeri. Oleh karena itu, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga LGP nonsubsidi.
Berikut rincian lengkap update harga LPG subsidi dan non-subsidi semua ukuran.
Rincian Harga LPG Non Subsidi di Berbagai Wilayah
Harga LPG non-subsidi tidak sama di seluruh Indonesia. Perbedaan jarak distribusi dan biaya logistik membuat harga di tiap daerah berbeda. Berikut rinciannya:
Wilayah Jawa, Bali, NTB
- 5,5 kg: Rp107.000
- 12 kg: Rp228.000
Sumatra & sebagian Sulawesi
Baca Juga: Harga LPG Nonsubsidi Melonjak, Warteg Bingung: Kurangi Porsi atau Naikkan Harga?
- 5,5 kg: sekitar Rp111.000
- 12 kg: sekitar Rp230.000
Kalimantan & Sulawesi Utara
- 5,5 kg: sekitar Rp114.000
- 12 kg: sekitar Rp238.000
Kalimantan Utara (Tarakan)
- 5,5 kg: sekitar Rp124.000
- 12 kg: sekitar Rp265.000
Maluku & Papua
- 5,5 kg: sekitar Rp134.000
- 12 kg: sekitar Rp285.000
Free Trade Zone (FTZ) Batam
- 5,5 kg: Rp100.000
- 12 kg: Rp208.000
Harga LPG Subsidi 3 Kg Tetap Stabil
Di tengah kenaikan LPG non subsidi, kabar baiknya adalah harga LPG subsidi 3 kg tetap tidak berubah. Pemerintah memastikan gas melon ini tetap dijaga untuk masyarakat berpenghasilan rendah.
Menurut Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, harga LPG 3 kg tetap stabil karena mendapatkan subsidi langsung dari pemerintah. Berikut rinciannya:
- Harga di pangkalan resmi: sekitar Rp19.000 per tabung
- Harga di pengecer: sekitar Rp20.000 hingga Rp23.000 tergantung wilayah
Demikianlah update harga LPG subsidi dan non-subsidi semua ukuran yang bisa menjadi acuan masyarakat dalam menyesuaikan kebutuhan energi sehari-hari.
Kontributor : Dini Sukmaningtyas
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Menakar Ramalan '98 Jilid 2' Noel: Nyanyian Kosong atau Ancaman Nyata Penggulingan Prabowo?
-
'Presiden Punya Mata dan Telinga', Prabowo Pantau Terus Kasus Korupsi Imigrasi dan BGN
-
Antisipasi El Nino dan Krisis Sampah, Dedi Mulyadi Kumpulkan Kepala Daerah se-Jabar
-
Sentil Netizen, Eky Priyagung: Masyarakat Lebih Peduli Isu Viral Ketimbang Kerusakan Lingkungan
-
KPK Sita 19 Kendaraan hingga Perhiasan dari Rumah Silmy Karim
-
Mobil Sport, Motor Harley, Hingga Uang Asing Dibawa KPK dari Rumah Silmy Karim
-
Wamen Silmy Karim Tersangka Korupsi Rp145 M, Yusril Akui Imigrasi Masih Banyak Pungli
-
WALHI: Target Ekonomi 8 Persen Bisa Sulap Papua Jadi Hamparan Sawit Raksasa
-
Pemprov DKI Kebut Pembersihan Sampah Muara Angke, Ditargetkan Tuntas Akhir Pekan
-
'Nyerah Jadi WNI tapi Sayang sama RI', Aksi Ibu di Yogya Soroti Ekonomi hingga Korupsi