News / Internasional
Jum'at, 24 April 2026 | 12:59 WIB
William McCasland (Independen)
Baca 10 detik
  • Pemerintah AS menyelidiki kemungkinan keterkaitan kasus hilangnya sepuluh ilmuwan dalam beberapa tahun terakhir.

  • FBI dikerahkan untuk memastikan apakah kematian para pakar merupakan kebetulan atau rencana terencana.

  • Kasus hilangnya pensiunan jenderal pengelola riset nuklir menjadi fokus utama penyelidikan federal.

Otoritas sempat mengeluarkan status "Silver Alert" karena adanya riwayat kesehatan medis tertentu pada sang mantan jenderal.

Meskipun pernah mengalami kondisi "kabut mental", penyelidik menyatakan McCasland tidak sedang mengalami gangguan kognitif saat hilang.

Petugas menemukan fakta bahwa sebuah senjata revolver milik korban juga ikut lenyap dari kediamannya secara misterius.

Tokoh militer ini tercatat pernah memimpin laboratorium riset pangkalan udara yang mengelola program sains dan teknologi sensitif.

Pangkalan tersebut dikenal dalam sejarah karena pernah menangani proyek penelitian terkait penampakan benda terbang tidak dikenal (UFO).

Isu ini mencuat ke permukaan setelah munculnya laporan tidak konsisten dari berbagai media tabloid yang memicu kekhawatiran publik di internet.

Investigasi kini meluas ke Departemen Energi (DOE) dan Administrasi Keamanan Nuklir Nasional yang mengawasi fasilitas tempat para ilmuwan tersebut bekerja.

Kasus McCasland menjadi sorotan utama karena posisi strategisnya di masa lalu sebagai komandan laboratorium riset yang memegang data-data rahasia pertahanan Amerika Serikat.

Baca Juga: Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

Load More