- Pemerintah Vietnam menurunkan harga jual eceran berbagai jenis bahan bakar minyak mulai tanggal 23 April 2026.
- Penyesuaian harga mencakup penurunan nilai untuk bensin, solar, serta minyak mazut dengan besaran yang bervariasi per liter.
- Kementerian Keuangan Vietnam mengusulkan perpanjangan kebijakan tarif pajak impor nol persen untuk BBM hingga Juni 2026.
Suara.com - Pemerintah Vietnam melalui Kementerian Perindustrian dan Perdagangan bersama Kementerian Keuangan memutuskan menyesuaikan harga eceran bahan bakar minyak (BBM) yang mulai berlaku pada Rabu (23/4/2026).
Dalam kebijakan terbaru ini, harga bensin mengalami penurunan. Bensin E5 RON 92 turun 100 dong per liter, sementara RON 95 berkurang 160 dong per liter. Setelah penyesuaian, harga E5 RON 92 menjadi 21.830 dong per liter dan RON 95 menjadi 22.880 dong per liter.
Penurunan juga terjadi pada jenis bahan bakar lain. Solar (diesel) turun cukup signifikan sebesar 1.160 dong per liter menjadi 26.690 dong per liter. Sementara itu, minyak mazut berkurang 820 dong per kilogram menjadi 18.810 dong per kilogram.
Pada periode penyesuaian kali ini, pemerintah tidak menggunakan dana stabilisasi harga, tetapi tetap melakukan pengisian dana tersebut. Untuk minyak mazut dan solar, besaran yang dimasukkan ke dalam dana mencapai 400 dong per liter.
Rincian harga terbaru:
Bensin E5 RON 92: 21.830 dong (Rp14.350) per liter (turun 100)
Bensin RON 95: 22.880 dong (Rp15.029) per liter (turun 160)
Solar (diesel): 26.690 dong (Rp17.532) per liter (turun 1.160)
Minyak mazut: 18.810 dong (Rp12.350) per kilogram (turun 820)
Di sisi lain, Kementerian Keuangan Vietnam telah mengajukan rancangan kebijakan kepada Kementerian Kehakiman untuk memperpanjang masa berlaku aturan terkait pajak impor BBM.
Aturan sebelumnya, yakni Dekret Nomor 72/2026/N-CP yang berlaku sejak 9 Maret hingga 30 April 2026, menetapkan penurunan tarif pajak impor most favoured nation (MFN) untuk sejumlah produk BBM hingga 0 persen.
Dalam aturan tersebut, pajak impor untuk bensin tanpa timbal seperti RON 95 serta bahan campurannya diturunkan dari 10 persen menjadi 0 persen. Sementara itu, solar dan bahan bakar avtur juga dipangkas dari 7 persen menjadi 0 persen.
Baca Juga: Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir
Selain itu, berbagai bahan baku produksi BBM seperti naphtha, reformate, dan kondensat juga dikenakan tarif pajak 0 persen.
Dalam draf kebijakan terbaru, pemerintah mengusulkan perpanjangan masa berlaku aturan tersebut selama dua bulan hingga 30 Juni 2026.
Tak hanya itu, daftar produk yang mendapat fasilitas pajak 0 persen juga direncanakan akan diperluas, termasuk beberapa jenis minyak dan produk turunannya dalam kelompok kode barang tertentu.
(Antara)
Berita Terkait
-
Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir
-
Cara Mudah Daftar MyPertamina di Tengah Naiknya Harga BBM Lengkap dengan Syaratnya
-
Pemerintah Gunakan Cara Baru Pantau BBM Subsidi Agar Tak Bocor
-
5 Hasil Pertanian Indonesia yang Bisa Dipakai Bikin Etanol, Bikin Bensin Makin Murah
-
Vietnam Uji Coba Larangan Motor Bensin di Pusat Kota Hanoi, Langkah Serius Tekan Polusi Udara
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Jawab Tuntutan Mahasiswa, Bakom RI Sebut Kebijakan Presiden Prabowo Hemat Anggaran Rp300 Triliun!
-
Mirip-mirip One Piece, Wibu Jogja Sebut Penguasa Saat Ini Menindas Rakyat Kecil
-
Sambil Menangis, Kepala BGN Ungkap Kekecewaan: Saya Tak Tega, Niat Baik Prabowo Dikhianati
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Komunitas Muratara Bernafas: Penertiban PETI Percuma Tanpa Penataan Wilayah dari Pemerintah
-
Peneliti UGM Pastikan Api di Rumah Sleman Bukan dari Gas Alam, Lalu Apa Pemantiknya?
-
Turun ke Posko dan SMAN 3 Semarang, Ahmad Luthfi Pastikan SPMB Jateng Berjalan Lancar
-
Siapa ANH? Pria yang Ditetapkan Sebagai Tersangka karena Bawa Bom Molotov saat Demo 12 Juni
-
Peneliti UGM Tamatkan Misteri Rumah Api di Sleman: Bukan Dipicu Gas Alam atau Medan Elektromagnetik
-
BGN Tegaskan Tuduhan Pembagian Dana MBG kepada Presiden adalah Hoaks