- Pimpinan eksekutif, legislatif, dan yudikatif Iran secara resmi menolak klaim perpecahan internal yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
- Para pejabat Iran menegaskan persatuan nasional dalam menghadapi agresi militer Amerika Serikat dan Israel sejak akhir Februari 2026.
- Negosiasi perdamaian di Islamabad gagal karena Iran tidak mempercayai komitmen Amerika Serikat terkait tuntutan penarikan pasukan dan sanksi.
Ia menekankan bahwa di Iran, semua kelompok kini berdiri bersatu dalam keselarasan penuh dengan Pemimpin Tertinggi untuk melawan ancaman militer dari luar.
Reaksi keras dari Teheran dipicu oleh pengumuman Trump mengenai perpanjangan gencatan senjata yang disertai klaim bahwa pemerintah Iran sedang mengalami keretakan serius.
Trump mengklaim langkah perpanjangan tersebut didasarkan pada anggapan bahwa pemerintah Iran terpecah secara serius, narasi yang langsung dibantah mentah-mentah oleh Teheran.
Perlawanan 40 Hari Teheran
Konflik terbuka ini bermula pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel memulai perang skala besar tanpa provokasi terhadap kedaulatan Iran.
Dalam agresi awal tersebut, AS dan Israel melakukan tindakan dengan menewaskan Pemimpin Revolusi Islam Ayatollah Seyed Ali Khamenei serta beberapa komandan militer tingkat tinggi.
Sebagai balasan, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan serangkaian operasi rudal dan drone yang menghantam aset militer AS dan Israel selama lebih dari 40 hari.
Serangan balasan Iran dilaporkan menimbulkan kerusakan signifikan dan melumpuhkan sejumlah kekuatan militer lawan di kawasan Timur Tengah.
Gencatan senjata selama dua pekan akhirnya disepakati pada 8 April, yang kemudian diikuti meja negosiasi intensif di Islamabad, Pakistan.
Baca Juga: Dianggap Pengkhianat Bangsa, Anak Raja Iran Reza Pahlavi Dilempari Cairan Merah
Dalam perundingan tersebut, Iran mengajukan 10 poin rencana perdamaian yang menuntut penarikan total pasukan AS dan pencabutan seluruh sanksi ekonomi.
Meski telah berlangsung selama 21 jam, negosiasi berakhir tanpa kesepakatan karena Iran menyatakan tidak memiliki kepercayaan terhadap komitmen Amerika Serikat.
Tag
Berita Terkait
-
Kenapa Konflik Iran Vs Amerika-Israel Bisa Acak-acak Festival Musik di Indonesia?
-
Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland
-
Italia Tolak Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026, Dinilai Tidak Pantas
-
AS Pasang Satu Syarat Tegas Jika Iran Ingin Ikut Piala Dunia 2026
-
Penembakan di Mall, Polisi: 1 Tewas, 5 Luka-luka
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Harga BBM di Vietnam Turun, Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Impor Hingga Juni 2026
-
KPAI Desak Pemerintah Terapkan Cukai Minuman Manis, Soroti Dampak Industri ke Anak
-
PBB Soroti Eksekusi Mati Kasus Narkoba di Singapura, Dinilai Tak Sejalan dengan HAM
-
Vietnam dan Korea Selatan Sepakati Belasan Kerja Sama, Fokus Teknologi hingga Energi Nuklir
-
Aktivis Palestina Alami Luka Serius Akibat Taser Polisi dan Palu Saat Gerebek Pabrik Senjata
-
China Desak Kamboja Berantas Tuntas Scam Center, Wang Yi: Harus Dihapus Sepenuhnya
-
Gedung Putih Mencari Benang Merah di Balik Kematian Jenderal dan Ilmuwan Nuklir AS William McCasland
-
Cerita di Balik Penggusuran 36 Bangunan Rumah di Cibubur
-
Guru dari Aceh hingga Papua Pasang Badan untuk Nadiem, Bongkar Fakta Chromebook
-
Thailand Siapkan Mega Proyek Rp4000 Triliun, Bikin Jembatan Darat Saingi Selat Malaka