News / Nasional
Jum'at, 24 April 2026 | 20:00 WIB
Mensos Gus Ipul menyatakan pemerintah telah memiliki DTSEN sebagai satu-satunya rujukan data sesuai Inpres Nomor 4 Tahun 2025 yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS).(Dok: Kemensos)

Gus Ipul berkata jika data harus terus diperbarui karena kondisi masyarakat selalu berubah. Hal ini dikarenakan tujuan akhir dari DTSEN adalah agar bantuan sosial tepat sasaran dan mendorong masyarakat menjadi mandiri.

“Kalau datanya akurat, maka bansos kita akan tepat sasaran. Kalau bansosnya tepat sasaran, keluarganya akan bisa naik kelas,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman menyampaikan bahwa pemerintah daerah Majalengka telah menjalankan program pelabelan terhadap 1.025 rumah penerima manfaat yang telah graduasi mandiri.

Usai kegiatan sosialisasi DTSEN, Gus Ipul bersama Bupati Majalengka meninjau SRMP 34 Majalengka. Dalam kunjungan tersebut, Mensos Gus Ipul menyaksikan perubahan nyata perilaku siswa, mulai dari kebiasaan sederhana seperti berdoa dan tertib saat makan.

“Lima bulan lalu mereka datang dengan rasa malu dan kurang percaya diri, sekarang sudah jauh lebih tertib dan disiplin,” ujarnya.

Siswi SRMP 34 Majalengka, Zeni Indriyani (14) membagikan perasaannya selama bersekolah di sana.

“Perasaan saya sangat menyenangkan dan seru, karena bisa bertemu teman-teman dari desa yang berbeda,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Rega Ardiansyah (17), yang sempat putus sekolah selama dua tahun, mengatakan sangat senang dan bangga bisa menjadi bagian di SRMP 34 Majalengka.

Hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Ketua DPRD Kabupaten Majalengka Didi Supriadi, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat Noneng Komara Nengsih, Sekretaris Daerah Kabupaten Majalengka Aeron Randi, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Majalengka dan seluruh hadirin.

Baca Juga: Kemensos Sisir Anak Jalanan untuk Calon Siswa Sekolah Rakyat

Selain berdialog dengan siswa, para tamu undangan juga disuguhi penampilan pidato dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Arab oleh dua siswi Sekolah Rakyat. Selain itu, terdapat penampilan paduan suara dari Sekolah Rakyat.

Pada kesempatan yang sama, Guru SRMP 34 Majalengka Dinda Rani Saputri juga menyampaikan materi Matematika dengan menggunakan Bahasa Inggris sebagai simulasi pembelajaran di Sekolah Rakyat.***

Load More