-
Zelensky meminta AS menangani isu Ukraina dan Iran secara bersamaan tanpa menunda.
-
Keterbatasan dana menghambat produksi drone Ukraina hingga setengah dari kapasitas produksi asli.
-
Pinjaman Uni Eropa 90 miliar euro sangat krusial untuk pertahanan Ukraina melawan Rusia.
Suara.com - Fokus internasional terhadap konflik di Iran kini menjadi ancaman serius bagi kelangsungan pertahanan Ukraina.
Presiden Volodymyr Zelensky menegaskan bahwa menunda pembicaraan damai Ukraina hingga isu Iran selesai adalah risiko besar.
Dikutip dari CNN, keterbatasan tim negosiasi Amerika Serikat menjadi kendala utama dalam menjalankan diplomasi dua jalur tersebut.
Zelensky menyoroti fakta bahwa utusan Steve Witkoff dan Jared Kushner kini membagi konsentrasi mereka.
Kondisi ini memicu kekhawatiran bahwa nasib Ukraina akan dikesampingkan oleh dinamika politik di Timur Tengah.
Zelensky mengingatkan bahwa penderitaan rakyat Ukraina tidak bisa menunggu antrean kepentingan politik luar negeri lainnya.
"Ukraina bukanlah soal 'nanti saja'. Ukraina sudah berada dalam tragedi besar, kita harus menemukan cara untuk mengelola ini secara paralel," tegas Zelensky.
Selain masalah diplomasi, pasokan persenjataan krusial seperti rudal anti-balistik kini mulai terganggu.
Kapasitas produksi Amerika Serikat yang terbatas membuat Ukraina kekurangan alat pertahanan udara yang vital.
Baca Juga: Ilmuwan AS Tewas dan Hilang Beruntun, dari Peneliti Nuklir hingga Pengamat UFO
Hal ini menempatkan kota-kota di Ukraina pada posisi yang lebih rentan terhadap serangan udara Rusia.
Bagi Zelensky, ketersediaan dana bantuan bukan lagi sekadar dukungan, melainkan instrumen untuk bertahan hidup.
"Mendapatkan uang tersebut adalah persoalan 'hidup dan bertahan' bagi negara kami," ungkap Zelensky kepada CNN.
Hambatan politik dari Hungaria sebelumnya sempat menahan kucuran dana segar sebesar 90 miliar euro.
Namun, kekalahan Viktor Orban dalam pemilu memberikan napas baru bagi proses birokrasi di Uni Eropa.
Lampu hijau dari duta besar Uni Eropa kini menjadi harapan terakhir untuk memulihkan ekonomi perang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
Pilihan
Terkini
-
Sambut Prabowo di Lampung, 30 Mahasiswa Berencana Gelar Aksi Jahit Mulut
-
Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja, Hadapi Pekerjaan Tergeser AI
-
CENTCOM: Amerika Serang Pertahanan Udara Iran, Stasiun Kendali Darat dan Radar Pengintai
-
Serangan AS ke Iran, Gelombang Ledakan Terjadi di Kota Jask dan Kouhe Mobarakeh Hingga Pulau Qeshm
-
Dirjen Imigrasi Minta Jajaran Fokus Kerja dan Hilangkan Budaya Kerja Lama yang Tidak Patut
-
Vonis Kasus Andrie Yunus Digelar Hari Ini, Nasib Empat Anggota BAIS TNI Akan Ditentukan
-
DPR: Jangan Terus Salahkan The Fed dan Perang Teluk Saat Rupiah Tertekan
-
Perang Pecah Lagi! Amerika Serang Iran Lagi, Luncurkan Rudal ke Dekat Jalur Minyak Dunia
-
Pengesahan Revisi UU Polri Dikritik, Dinilai Terlalu Terburu-Buru dan Tidak Transparan
-
Hari Ini, Empat Prajurit TNI Jalani Sidang Putusan Kasus Penyiraman Andrie Yunus