-
Zelensky meminta AS menangani isu Ukraina dan Iran secara bersamaan tanpa menunda.
-
Keterbatasan dana menghambat produksi drone Ukraina hingga setengah dari kapasitas produksi asli.
-
Pinjaman Uni Eropa 90 miliar euro sangat krusial untuk pertahanan Ukraina melawan Rusia.
Masalah pendanaan secara langsung menghambat produktivitas industri pertahanan domestik Ukraina yang sebenarnya mumpuni.
Zelensky mengungkapkan bahwa kapasitas produksi drone mereka saat ini tidak berjalan secara maksimal.
"Namun kami tidak memiliki pendanaan. Ini benar-benar persoalan hidup kami, untuk bertahan hidup, untuk bertahan, kami sangat membutuhkan uang ini," tuturnya.
Saat ini Ukraina hanya mampu memproduksi 1.000 drone interseptor per hari dari kapasitas asli 2.000 unit.
Kesenjangan produksi ini terjadi semata-mata karena ketiadaan modal untuk membeli bahan baku manufaktur.
Konflik di Ukraina kini menghadapi tantangan ganda berupa keletihan donor internasional dan munculnya titik panas baru di Iran.
Penundaan bantuan Uni Eropa selama berbulan-bulan dipicu oleh syarat transit minyak Rusia melalui pipa Druzhba yang diajukan Hungaria.
Meskipun aliran minyak telah kembali normal, Ukraina tetap berpacu dengan waktu untuk mengamankan dukungan Amerika Serikat yang kini terbelah konsentrasinya.
Baca Juga: Ilmuwan AS Tewas dan Hilang Beruntun, dari Peneliti Nuklir hingga Pengamat UFO
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Misi Militer Penuh Ironi: Teknisi AS Dicakar Monyet Saat Menuju Medan Konflik Selat Hormuz
-
Benjamin Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Prostat Diam-diam
-
Mahasiswa Doktoral USF Tewas Misterius, Diduga Dibunuh Teman Sekamar
-
Penasihat Hukum Nadiem Mangkir dari Sidang, Pengamat: Bisa Dikategorikan Contempt of Court
-
8 Orang Tewas Dalam Serangan Israel ke Lebanon Selama 24 Jam Terakhir
-
Biaya Perang Amerika Serikat Lawan Iran Tembus Rp 1.000 Triliun
-
Ketum Parpol Dibatasi 2 Periode, Eks Penyidik KPK: Cegah Kekuasaan Terlalu Lama dan Rawan Korupsi
-
Kawat Berduri Blokade Anak-anak Palestina Sekolah ke Tepi Barat
-
Praka Rico Gugur Usai Dirawat, Korban Kedua TNI dalam Serangan ke Pos UNIFIL Lebanon
-
Bangun Iklim Kompetitif, Mendagri: Ajang Penghargaan Pemda Pacu Kinerja Kepala Daerah