News / Internasional
Sabtu, 25 April 2026 | 11:43 WIB
Zamil Limon (kiri) dan Nahida Bristy dilaporkan hilang pekan lalu. Pihak berwenang mengatakan jenazah Limon ditemukan pada hari Jumat. Keluarga Zamil Limon/Kantor Sheriff Hillsborough)
Baca 10 detik
  • Jasad mahasiswa doktoral USF Zamil Limon ditemukan di Jembatan Howard Frankland Florida.

  • Polisi menangkap teman sekamar korban Hisham Abugharbieh sebagai tersangka utama kasus tersebut.

  • Satu korban lainnya bernama Nahida Bristy hingga kini masih dalam proses pencarian.

Suara.com - Tersangka Hisham Abugharbieh resmi ditahan pihak kepolisian Florida setelah jasad rekan sekamarnya ditemukan tak bernyawa di jembatan.

Penangkapan pria berusia 26 tahun tersebut mengungkap tabir kelam di balik hilangnya dua mahasiswa doktoral asal Bangladesh.

Dikutip dari CNN, langkah hukum ini diambil usai petugas menemukan tubuh Zamil Limon yang telah lama dicari di kawasan Jembatan Howard Frankland.

Ilustrasi pembunuhan (Istimewa)

Meskipun satu korban telah ditemukan, keberadaan Nahida Bristy yang juga dilaporkan hilang masih menjadi teka-teki besar bagi penyidik.

“Ini adalah kasus yang sangat mengganggu yang telah mengguncang komunitas kami dan berdampak pada banyak orang yang mengharapkan penyelesaian yang aman,” ujar Sheriff Chad Chronister.

Proses penahanan Abugharbieh berlangsung cukup menegangkan karena pelaku sempat mengurung diri di dalam kediamannya.

Ilustrasi Pembunuhan (freepik)

Tim SWAT dan negosiator krisis harus diterjunkan ke lokasi untuk memaksa mantan mahasiswa USF tersebut menyerahkan diri.

Penyidik berhasil mengaitkan pelaku dengan lokasi penemuan jenazah Limon melalui serangkaian bukti fisik yang ditemukan di lapangan.

Kini Abugharbieh menghadapi rentetan dakwaan mulai dari penganiayaan, penyekapan, hingga upaya penghilangan bukti dan pemindahan mayat secara ilegal.

Baca Juga: Viral Video 22 Detik Penemuan Mayat Terbungkus Kain Tebal Terdampar di Tebing Batu Pulau Angsa

“Petugas berhasil menghubungkan tersangka dengan kasus ini dan juga dengan jenazah Limon,” ungkap Wakil Kepala Polisi Joseph Maurer.

Catatan kepolisian menunjukkan bahwa tersangka memiliki rekam jejak kekerasan yang cukup panjang sebelum insiden ini terjadi.

Ia pernah dilarang oleh hakim untuk mendatangi rumah keluarganya akibat laporan kekerasan terhadap ibu dan saudara laki-lakinya.

Meski sempat ditangkap dua kali pada tahun lalu, kasus-kasus tersebut sebelumnya sempat dibatalkan oleh pihak otoritas setempat.

Saudara laki-laki tersangka bahkan pernah memohon perpanjangan perintah larangan mendekat karena merasa terancam dengan kehadiran Abugharbieh.

Hingga saat ini, tim medis masih berupaya keras mengidentifikasi penyebab pasti kematian Limon melalui proses otopsi mendalam.

Load More