- Menteri Sosial Saifullah Yusuf membantah adanya pemotongan bantuan sosial dan mengategorikan isu tersebut sebagai bentuk penipuan masyarakat.
- Kementerian Sosial memastikan penyaluran bantuan tetap sesuai ketentuan tanpa pengurangan jumlah penerima maupun nominal anggaran yang diberikan.
- Masyarakat diminta mengakses kanal resmi Kemensos serta melaporkan informasi mencurigakan guna mencegah penyalahgunaan dan kerugian akibat berita bohong.
Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah keras isu adanya pemotongan bantuan sosial (bansos) yang belakangan marak beredar di media sosial.
Ia menegaskan narasi yang beredar tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi masuk kategori penipuan.
“Banyak berita hoaks di medsos. Menyesatkan masyarakat. Bisa masuk katagori penipuan. Kemensos akan terus menyisirir dan meluruskan kabar tak bertanggung jawab tersebut. Salah satunya meneruskan ke aparat penegak hukum,” kata Gus Ipul kepada wartawan, Sabtu (26/5/2026).
Gus Ipul merinci, informasi yang beredar antara lain menyebut adanya pemotongan bansos, pengalihan anggaran ke program lain, hingga tawaran cara instan memperoleh bantuan melalui jalur tidak resmi.
Namun, ia menegaskan, klaim tersebut tidak benar. Pemerintah, kata dia, tetap menyalurkan bansos sesuai ketentuan yang berlaku.
“Yang benar, bansos tidak akan dikurangi. Baik jumlah penerimanya maupun nominal yang harus diterima oleh masyarakat. Tidak ada pengalihan anggaran bansos untuk program lain,” ujar Gus Ipul.
Di tengah derasnya arus informasi, Kementerian Sosial meminta masyarakat lebih selektif dalam menerima kabar, terutama yang mengatasnamakan instansi pemerintah atau menjanjikan bantuan dengan syarat tertentu.
“Kalau menerima informasi soal bansos, cek dulu sumbernya. Jangan langsung percaya, apalagi kalau diminta mengirim data pribadi, transfer uang, atau mengikuti tautan yang tidak jelas,” katanya.
Gus Ipul juga mengarahkan masyarakat untuk mengakses kanal resmi Kementerian Sosial atau menghubungi call center sebagai rujukan informasi yang valid, termasuk terkait program lain seperti Sekolah Rakyat.
Baca Juga: Hoaks Teror Pocong Keliling Minta Dibukakan Tali di Depok, Polisi Turun Tangan
Adapun nomor call center Kemensos ialaj 021 171 juga bisa melalui WA resmi Kementerian Slsial di 08877 171 171
untuk menanyakan informasi seputar bantuan sosial maupun program-program lainnya.
“Silakan cek di kanal resmi Kementerian Sosial atau hubungi call center. Kalau ada informasi yang berpotensi hoaks, laporkan. Kalau ada yang ingin ditanyakan soal bansos, Sekolah Rakyat, atau program Kemensos lainnya, jangan ragu untuk menghubungi kanal resmi,” ujar Gus Ipul.
Ia menambahkan, penyebaran hoaks berisiko menghambat penyaluran bansos dan membuka celah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kewaspadaan publik dinilai menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.
“Kami ingin masyarakat terlindungi. Jangan sampai ada warga yang dirugikan karena percaya informasi palsu. Bansos adalah hak masyarakat yang memenuhi kriteria, dan negara hadir untuk memastikan bantuan itu sampai sebagaimana mestinya,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Rekor Gila ARMY Indonesia! Belum Genap Sejam, Ratusan Ribu Tiket Konser OT7 BTS Ludes Tanpa Sisa
-
PTBA Kembangkan 500 Itik Petelur di Muara Enim, Hasilkan 200 Telur Omega per Hari
-
Raffi Ahmad Terseret Kasus Suap Impor, Padahal Cuma Basa-basi Titip Barang ke PT Blueray
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
Terkini
-
Kejar Tayang IKN 2028, Basuki Minta Tambahan Anggaran Rp15,5 Triliun ke DPR
-
Mendagri Usulkan Tambahan Anggaran Rp 6,27 Triliun, Pagu Kemendagri 2027 Jadi Rp 10,93 Triliun
-
Bereskan Dapur MBG, Mensesneg Targetkan Evaluasi Total Selesai Sebulan
-
Apakah Senin 15 juni 2026 Libur Cuti Bersama? Hari Kejepit, Ini Putusan SKB 3 Menteri
-
Bahan Pokok Naik tapi Rokok Dimurahkan, Koalisi Sipil Geruduk Kemenkeu Protes Kebijakan Purbaya
-
Klaim Serang 18 Pangkalan Militer AS, Iran Ancam Washington: Kawasan Ini akan Jadi Neraka!
-
Demo Mahasiswa Tolak Kenaikan BBM Nonsubsidi Sulit Ubah Keputusan Pemerintah
-
Bawa Sang Anak yang Pebisnis, JK Minta Waktu Bertemu Presiden Prabowo di Istana Hari Ini
-
Disrupsi Teknologi: Kecerdasan Buatan Mulai Ambil Alih Pelatihan Korporasi Global
-
Koalisi Masyarakat Sipil Desak Penyederhanaan Cukai Rokok, Tolak Penambahan Lapisan Tarif