News / Nasional
Minggu, 26 April 2026 | 09:47 WIB
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) di acara Kolaborasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dengan Program Keluarga Harapan, di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (10/3). (dok. Bakom RI)
Baca 10 detik
  • Menteri Sosial Saifullah Yusuf membantah adanya pemotongan bantuan sosial dan mengategorikan isu tersebut sebagai bentuk penipuan masyarakat.
  • Kementerian Sosial memastikan penyaluran bantuan tetap sesuai ketentuan tanpa pengurangan jumlah penerima maupun nominal anggaran yang diberikan.
  • Masyarakat diminta mengakses kanal resmi Kemensos serta melaporkan informasi mencurigakan guna mencegah penyalahgunaan dan kerugian akibat berita bohong.

Suara.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah keras isu adanya pemotongan bantuan sosial (bansos) yang belakangan marak beredar di media sosial.

Ia menegaskan narasi yang beredar tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi masuk kategori penipuan.

“Banyak berita hoaks di medsos. Menyesatkan masyarakat. Bisa masuk katagori penipuan. Kemensos akan terus menyisirir dan meluruskan kabar tak bertanggung jawab tersebut. Salah satunya meneruskan ke aparat penegak hukum,” kata Gus Ipul kepada wartawan, Sabtu (26/5/2026).

Gus Ipul merinci, informasi yang beredar antara lain menyebut adanya pemotongan bansos, pengalihan anggaran ke program lain, hingga tawaran cara instan memperoleh bantuan melalui jalur tidak resmi.

Namun, ia menegaskan, klaim tersebut tidak benar. Pemerintah, kata dia, tetap menyalurkan bansos sesuai ketentuan yang berlaku.

“Yang benar, bansos tidak akan dikurangi. Baik jumlah penerimanya maupun nominal yang harus diterima oleh masyarakat. Tidak ada pengalihan anggaran bansos untuk program lain,” ujar Gus Ipul.

Di tengah derasnya arus informasi, Kementerian Sosial meminta masyarakat lebih selektif dalam menerima kabar, terutama yang mengatasnamakan instansi pemerintah atau menjanjikan bantuan dengan syarat tertentu.

“Kalau menerima informasi soal bansos, cek dulu sumbernya. Jangan langsung percaya, apalagi kalau diminta mengirim data pribadi, transfer uang, atau mengikuti tautan yang tidak jelas,” katanya.

Gus Ipul juga mengarahkan masyarakat untuk mengakses kanal resmi Kementerian Sosial atau menghubungi call center sebagai rujukan informasi yang valid, termasuk terkait program lain seperti Sekolah Rakyat.

Baca Juga: Hoaks Teror Pocong Keliling Minta Dibukakan Tali di Depok, Polisi Turun Tangan

Adapun nomor call center Kemensos ialaj 021 171 juga bisa melalui WA resmi Kementerian Slsial di 08877 171 171
untuk menanyakan informasi seputar bantuan sosial maupun program-program lainnya.

“Silakan cek di kanal resmi Kementerian Sosial atau hubungi call center. Kalau ada informasi yang berpotensi hoaks, laporkan. Kalau ada yang ingin ditanyakan soal bansos, Sekolah Rakyat, atau program Kemensos lainnya, jangan ragu untuk menghubungi kanal resmi,” ujar Gus Ipul.

Ia menambahkan, penyebaran hoaks berisiko menghambat penyaluran bansos dan membuka celah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, kewaspadaan publik dinilai menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran.

“Kami ingin masyarakat terlindungi. Jangan sampai ada warga yang dirugikan karena percaya informasi palsu. Bansos adalah hak masyarakat yang memenuhi kriteria, dan negara hadir untuk memastikan bantuan itu sampai sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Load More