Sebuah foto yang dibagikan di akun Truth Social milik Presiden Donald Trump menampilkan tersangka yang ditangkap saat makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Washington pada hari Sabtu. (via Truth Social)
Baca 10 detik
- Cole Thomas Allen melakukan penembakan saat acara White House Correspondents' Association di Washington, D.C. pada Sabtu lalu.
- Tersangka bersenjata lengkap berhasil dilumpuhkan petugas setelah terlibat baku tembak yang melukai seorang agen Secret Service.
- FBI sedang menyelidiki motif pelaku yang merupakan lulusan universitas terkemuka tanpa catatan kriminal sebelum insiden terjadi.
- Pendidikan Tinggi: Lulusan California Institute of Technology (Caltech) tahun 2017 dengan gelar sarjana di bidang Teknik Mesin. Caltech merupakan salah satu universitas riset swasta paling terkemuka di dunia.
- Gelar Master: Ia baru saja memperoleh gelar Master of Science dalam bidang Ilmu Komputer dari California State University, Dominguez Hills, pada Mei 2025.
- Karier Profesional: Setelah lulus dari Caltech, Allen sempat bekerja selama satu tahun sebagai insinyur mesin. Ia kemudian beralih profesi menjadi pengembang video game independen dan pengajar paruh waktu di sebuah lembaga konsultan masuk perguruan tinggi.
Pihak keamanan di Washington, D.C. menyatakan bahwa Cole Thomas Allen tidak memiliki catatan kriminal sebelumnya dan tidak pernah masuk dalam radar pengawasan kepolisian maupun intelijen sebelum insiden Sabtu malam tersebut terjadi.
Hingga saat ini, FBI dan otoritas terkait masih menelusuri aktivitas digital serta komunikasi terakhir tersangka untuk mengungkap alasan di balik tindakan nekatnya menerobos pengamanan presiden dengan senjata api.
Komentar
Berita Terkait
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Kronologi Donald Trump dan Istri Dievakuasi, Tembakan Meletus di Gedung Putih
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Gubernur Pramono Bahas Rencana Konser BTS 2026 Saat Temui Wakil Wali Kota Seoul
-
Candaan Jubir Gedung Putih Viral Usai Insiden Penembakan, Bak Prediksi Masa Depan
-
Tring Golden Run 2026, Pegadaian Gaungkan Investasi Emas Lewat Event Lari dan Pegadaian Peduli
-
Little Aresha Ternyata Ilegal! Pemda DIY Langsung Sisir Perizinan Seluruh Daycare di Yogyakarta
-
Kebakaran Hutan di Iwate Meluas, 3.000 Warga Otsuchi Dievakuasi
-
Ketum TP PKK Soroti Pentingnya Keamanan Perempuan di Semua Ruang, Termasuk Dunia Digital
-
KPAI: Anak Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta Berpotensi Alami Trauma Serius!
-
AS Perketat Aturan Kartu Hijau, Pemohon yang Mendukung Palestina akan Ditolak
-
Rektor Paramadina: Penutupan Prodi Visi Jangka Pendek, Kampus Bukan Sekadar Cetak Pekerja!
-
Polisi Sikat Markas Narkoba Viral di Kebon Melati, 9 Orang Ditangkap dari Pinggir Rel!