Suara.com - Punijah (45) merupakan seorang buruh tani serabutan di Sragen, Jawa Tengah. Di tengah kondisi Rebo, suaminya yang mengalami depresi dan sering pergi tanpa kepastian, ia harus menjadi tulang punggung keluarga seorang diri.
Punijah bersama suami dan dua anaknya hidup dalam keterbatasan. Penghasilannya sebagai buruh tani serabutan sekitar Rp20-30 ribu per hari.
"Itu kalau ada yang mempekerjakan. Kalau enggak ada mempekerjakan, ya enggak kerja," kata Punijah saat ditemui di rumahnya beberapa waktu lalu.
Punijah dan keluarganya tinggal di sebuah rumah sederhana berukuran 64 meter persegi di Dusun Bendorejo, Mondokan, Sragen. Dindingnya terbuat dari anyaman bambu yang sudah keropos. Jika hujan lebat mengguyur, air akan masuk ke rumah karena ada beberapa bagian yang bocor.
Perempuan penyandang disabilitas fisik pada tangan kanannya ini juga bercerita, akibat keterbatasan ekonomi, ia tak mampu membiayai sekolah Ahmad Lutfi (16) ke jenjang menengah atas setelah lulus dari sekolah menengah pertama. Sehingga sang anak sempat merasakan putus sekolah karena kondisi tersebut.
Bahkan, Lutfi mesti ikut bekerja di sebuah pabrik kerupuk hingga menjaga toko untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Padahal, Punijah mengungkapkan, anaknya itu sangat ingin bisa kembali bersekolah.
"'Mak, saya pengen sekolah lagi'," ungkap Punijah menirukan perkataan sang anak.
"Tapi saya enggak mampu. Karena saya jadi tulang punggung sendirian. Jadi saya enggak mampu untuk biayai anak sekolah," sambung Punijah dengan suara bergetar dan kesedihan yang terpancar di wajahnya.
Namun, kini mimpi Punijah agar Lutfi bisa melanjutkan pendidikan terwujud lewat Sekolah Rakyat. Sebuah program sekolah gratis dari Presiden Prabowo Subianto yang dikhususkan bagi anak-anak kurang mampu.
Baca Juga: Siti Pilih Mengabdi di Sekolah Rakyat Meski Sempat Jadi Kepsek SMA Favorit
Bagi Punijah, Sekolah Rakyat menjadi harapan baru agar anaknya bisa terus belajar dan masa depan keluarga perlahan tumbuh menjadi lebih baik.
"Alhamdulillah, sangat senang. Saya sangat bersyukur banget. Saya senang sekali. Soalnya anak saya bisa sekolah lagi," ujar Punijah penuh haru.
Saat ini, Ahmad Lutfi duduk di bangku sekolah menengah atas di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 78 Sragen. Seluruh kebutuhannya di sekolah berasrama itu terpenuhi dengan baik tanpa dipungut biaya apapun. Mulai dari perlengkapan sekolah, kebutuhan makan bergizi 3 kali sehari, hingga laptop untuk menunjang kegiatan belajarnya.
Anak sulung dari dua bersaudara ini mengatakan bahwa dirinya bercita-cita menjadi tentara. Ia ingin mengabdikan diri bagi negara.
Lutfi juga mengaku senang bisa mengenyam pendidikan di SRT 78 Sragen. Di sekolah ini, ia tidak hanya mendapatkan ilmu pengetahuan secara akademis, tetapi juga dilatih untuk menjadi pribadi yang disiplin dan mandiri.
"Terima kasih, Bapak Presiden, sudah menerima saya di Sekolah Rakyat. Saya bisa belajar dan menggapai cita-cita saya," ucap Lutfi.
Sekolah Rakyat menjadi bukti hadirnya pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Program ini bertujuan untuk memutus mata rantai kemiskinan dan mencetak lulusan yang cerdas, berkarakter, serta terampil.
Selain itu, Kemensos juga memberikan bantuan berupa dua ekor kambing untuk membantu menopang ekonomi keluarga Punijah. ***
Berita Terkait
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Cepat dan Berkualitas, Brantas Abipraya Kebut Pembangunan Sekolah Rakyat di Sulsel & Kalsel
-
Terpopuler: Anggaran Sepatu Sekolah Rakyat Rp27 M Viral, 7 Parfum Lokal Wangi Kayak Habis Mandi
-
Satu Siswa Dapat 4 Pasang, Intip Penampakan Sepatu Sekolah Rakyat yang Dibanderol hingga Rp640 Ribu
-
Heboh Sepatu Rp 700 Ribu untuk Siswa Sekolah Rakyat, Gus Ipul Bongkar Faktanya!
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Gubernur Jakarta Siapkan Jalur Bawah Tanah di Bundaran HI Buat Penjalan Kaki
-
Janji Pramono Anung di HUT ke-499 Jakarta: Banjir Masih Ada, Tapi Tidak Akan Separah Dulu
-
Pramono Ungkap Biang Kerok Kemacetan Jakarta, 8 Juta Orang Keluar-Masuk Setiap Hari
-
Unik! Demi Nonton Mahalini, Warga 'Nangkring' di Atas Mobil Damkar saat Perayaaan HUT Jakarta
-
Bocah Terpisah dari Ortu hingga Istri Kehilangan Suami Warnai Malam Puncak HUT DKI Jakarta
-
5 Peserta Latsarmil KDMP Tewas, Koalisi Sipil: Stop Militerisasi Ruang Sipil!
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno