-
Cole Tomas Allen ditangkap setelah melakukan penembakan terencana di White House Correspondents Dinner.
-
Tersangka merupakan mantan guru berprestasi yang meninggalkan catatan pengakuan berisi motivasi kebencian politik.
-
Otoritas mengamankan senjata ilegal dan menyelidiki transformasi ideologi radikal dari rekam jejak pelaku.
Ia menyebut dirinya sebagai “Friendly Federal Assassin” atau pembunuh federal yang ramah sembari menyuarakan sentimen keras terhadap kepemimpinan Trump.
Ketegangan memuncak di luar hotel Washington Hilton saat Allen mencoba menerobos barikade keamanan yang dijaga ketat oleh Secret Service.
Tersangka sempat melepaskan beberapa tembakan yang mengenai seorang agen pelindung presiden, meski nyawa agen tersebut terselamatkan oleh rompi antipeluru.
Plt Jaksa Agung Todd Blanche mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan dengan cepat saat situasi di dalam ruang perjamuan sedang mencekam.
“Kami masih berusaha memahami motifnya. Dari penyelidikan awal kami, tampaknya tersangka menargetkan anggota administrasi,” tutur Blanche.
Jeanine Pirro selaku Jaksa AS untuk Distrik Columbia kini menjerat Allen dengan dakwaan berlapis terkait penggunaan senjata api dan penyerangan petugas.
Ironisnya, Allen dikenal sebagai sosok cerdas lulusan California Institute of Technology (CalTech) tahun 2017 pada bidang teknik mesin.
Semasa kuliah, ia aktif dalam organisasi persekutuan Kristen dan bahkan sempat diberitakan media lokal karena menciptakan prototipe rem darurat kursi roda.
Dunia profesionalnya juga cemerlang dengan predikat “Teacher of the Month” pada Desember 2024 di lembaga bimbingan belajar C2 Education.
Baca Juga: Siapa Cole Tomas Allen? Guru Terbaik Diduga Pelaku Penembakan Trump, Pendukung Partai Demokrat
Selain mengajar, ia juga merambah dunia digital sebagai pengembang gim video dengan merilis judul gim non-kekerasan bernama Bohrdom.
Penangkapan Allen bermula dari kekhawatiran keluarga yang menerima pesan ancaman tersebut, di mana sang saudara laki-laki langsung melapor ke polisi.
Meski memiliki latar belakang agama yang kuat, Allen berdalih bahwa serangan tersebut tidak bertentangan dengan prinsip keyakinan yang ia anut selama ini.
“Menolehkan pipi saat orang lain ditindas bukanlah perilaku Kristen; itu adalah keterlibatan dalam kejahatan penindas,” argumennya dalam catatan itu.
Allen menutup pesannya dengan luapan emosi mengenai kebijakan pemerintah yang ia anggap telah melampaui batas toleransinya.
“Saya merasakan kemarahan saat memikirkan semua yang telah dilakukan pemerintahan ini,” pungkas tulisan Cole Tomas Allen tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Jujur Janggal! Secret Service Biarkan Trump Duduk Manis Saat Tembakan Pertama Meletus
-
Sorot Kekerasan Ekstrem di Jalur Angkot Tanah Abang, Anggota DPRD Kevin Wu: Alarm Serius Bagi DKI
-
Isu Reshuffle Sore Ini: Qodari Dikabarkan Geser ke Bakom RI, Dudung Abdurachman Masuk KSP?
-
Menlu Iran Abbas Araghchi ke Rusia di Tengah Negosiasi Buntu Teheran-Washington
-
Kasus Kekerasan Daycare Yogyakarta, DPR Desak Hukuman Berat dan Audit Total
-
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30, Mendagri Anugerahkan Pemprov, Pemkab, Pemkot Terbaik
-
Dukung KPK Batasi Uang Tunai di Pemilu, PAN: Rakyat Harus Pilih Kapasitas, Bukan Isi Tas
-
Cole Tomas Allen, Penembak Gala Dinner Donald Trump Ternyata Guru Berprestasi
-
Buntut Kasus Little Aresha, Menko PMK Instruksikan Evaluasi Total Daycare se-Indonesia
-
KPK Ungkap Celah Tata Kelola Partai, Soroti Ketiadaan Pengawas Kaderisasi