-
Arab Saudi menghentikan pendanaan 200 juta dollar untuk Met Opera akibat dampak perang Iran.
-
Prioritas anggaran kerajaan kini dialihkan untuk proyek domestik yang dianggap sangat esensial.
-
Konflik regional menyebabkan gangguan pariwisata dan evaluasi besar-besaran terhadap investasi global Saudi.
Gelombang perang Iran tidak hanya memukul sektor seni, namun juga melumpuhkan industri pariwisata di kawasan Teluk.
Banyak destinasi ikonik di wilayah tersebut mulai sepi pengunjung karena kekhawatiran faktor keamanan di zona konflik.
Bahkan hotel mewah Burj Al Arab di Dubai terpaksa harus ditutup dalam waktu yang lama untuk proses renovasi.
Arab Saudi yang sedang berupaya membangun identitas baru sebagai pusat wisata dunia juga turut merasakan getarannya.
Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi dilaporkan mulai mengurangi dukungan finansial mereka di berbagai sektor olahraga.
Kabar terbaru menyebutkan bahwa dukungan untuk liga golf profesional LIV Golf juga terancam akan dipangkas secara besar-besaran.
Menteri Keuangan Arab Saudi sebelumnya telah menegaskan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengevaluasi proyek yang tidak relevan.
Beberapa proyek arsitektur ambisius seperti bangunan raksasa Mukaab di Riyadh sudah mulai ditangguhkan pengerjaannya.
Rencana pembangunan resor ski di tengah gurun serta bendungan air raksasa untuk danau buatan juga ikut dibatalkan.
Baca Juga: Donald Trump Buka Tangan ke China Bantu Konflik di Selat Hormuz, Tapi Tidak Berharap Banyak
"Perang akan menambah lebih banyak tekanan untuk memposisikan ulang beberapa prioritas," tegas Yasir al-Rumayyan, Gubernur PIF.
Meskipun Arab Saudi memiliki infrastruktur pipa yang mampu menghindari Selat Hormuz, tantangan bisnis tetap terasa berat.
Ketidakstabilan wilayah membuat investor ragu untuk menanamkan modal di negara-negara yang berdekatan dengan area perang.
Proyek kota futuristik Neom yang sangat fenomenal itu pun kini bukan lagi menjadi prioritas utama pemerintah kerajaan.
Riyadh mencoba tetap realistis dengan mengelola arus kas negara demi menjaga stabilitas ekonomi domestik mereka sendiri.
Keputusan menarik dana dari Met Opera menjadi simbol nyata bahwa ambisi global Saudi sedang terganjal realitas perang.
Metropolitan Opera House di New York mengalami krisis keuangan hebat setelah pandemi dan membutuhkan suntikan dana segar senilai 200 juta dollar dari pihak asing.
Arab Saudi, melalui visi 2030, awalnya bermaksud menggunakan pendanaan ini untuk memperkuat posisi budayanya di kancah internasional.
Namun, keterlibatan Amerika Serikat dan Israel dalam konfrontasi militer dengan Iran mengubah lanskap ekonomi secara total.
Blokade Selat Hormuz menyebabkan gangguan distribusi energi global yang memaksa Arab Saudi menata ulang seluruh pengeluaran anggaran luar negeri mereka demi pengamanan ekonomi dalam negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Beri Kepastian Lahan bagi Masyarakat, Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru