- Dirut PT Food Station menyatakan biaya produksi beras membengkak akibat harga gabah petani melebihi aturan pemerintah.
- Perusahaan menghadapi dilema karena aturan HET membatasi harga jual sementara biaya operasional sudah tidak tertutupi.
- Food Station berencana mengusulkan revisi HET serta menggalakkan penjualan beras khusus dan kemasan besar untuk efisiensi.
"Jadi ada namanya beras khusus ya, beras khusus itu misalnya nih beras organik, beras merah, beras varietas khusus kayak Pandan Wangi, Rojo Lele, terus beras yang dikasih vitamin. Nah, itu tidak ada HET, kami masih ada margin," ungkap Dodot.
Taktik lainnya untuk memangkas biaya operasional adalah dengan mengganti kemasan ritel menjadi penjualan partai besar demi menekan biaya plastik.
"Kami menggalakkan penjualan yang tidak memakai kemasan 5 kiloan. Artinya yang bulk order, yang 25 kilo, yang 50 kilo gitu, sehingga biaya packaging itu bisa kami tekan," ujar Dodot.
Langkah efisiensi lewat subsidi silang dan pengiriman curah diharapkan mampu menjaga ketersediaan stok pangan bagi warga Jakarta, tanpa mengabaikan kesehatan bisnis BUMD.
"Jadi kami jualan beras yang kemasan 50 kilo gitu ke pedagang-pedagang kaki lima. Sehingga ibu-ibu rumah tangga ya ke warung, cukup membawa packaging sendiri gitu. Itu salah satu caranya, meskipun itu tidak bisa masif," pungkas Dodot.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
APBN Biayai Gaji Manajer Koperasi Merah Putih Selama Dua Tahun
-
Menghidupkan Kembali Nilai Sampah Lewat Filosofi Hamemayu Hayuning Bawono, Bagaimana Praktiknya?
-
Goldfinches, Buku Cantik tentang Kebahagiaan dalam Hal-Hal Sederhana
-
Dialami Penjaga Rumah Febrie Adriansyah, Pakar Farmakologi Ungkap Sebab Mulut Bisa Berbusa
-
Macet Jakarta Tak Berujung, Dishub DKI Akui Kekurangan 'Senjata' Hadapi Truk Besar Mogok
-
Pemerintah Luruskan Isu Larangan Vape, Pelaku Industri Bernafas Lega
-
Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?
-
Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan
-
Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan
-
Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI