News / Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 13:27 WIB
Penampakan RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. (Suara.com/Novian)
Baca 10 detik
  • Kecelakaan KRL dan kereta jarak jauh terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April malam.
  • Sebanyak 14 korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi.
  • Tim medis RS Polri melakukan identifikasi forensik secara akurat untuk mencocokkan data korban dengan pihak keluarga.

Suara.com - Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, saat ini tengah bekerja intensif melakukan proses identifikasi terhadap korban kecelakaan maut yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dengan kereta api jarak jauh.

Insiden tragis tersebut terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4) malam, dan menyisakan duka mendalam bagi dunia transportasi tanah air.

Hingga Selasa (28/4) pagi, pihak rumah sakit telah menerima kiriman kantong jenazah dari lokasi kejadian untuk diproses lebih lanjut oleh tim kedokteran forensik.

Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan seluruh identitas korban dapat terverifikasi dengan akurat sebelum dikembalikan kepada pihak keluarga yang menunggu.

"Betul, ada 10 kantong jenazah yang kami terima di RS Polri," kata Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono sebagaimana dilansir Antara.

Seluruh jenazah yang tiba kini berada di ruang instalasi forensik untuk menjalani serangkaian prosedur pemeriksaan medis.

Proses identifikasi ini melibatkan tim ahli guna mencocokkan berbagai data fisik yang ditemukan pada tubuh korban.

Langkah ini diambil untuk menghindari terjadinya kesalahan prosedur dalam penyerahan jenazah kepada ahli waris nantinya.

"Kantong-kantong jenazah yang kami terima sedang diidentifikasi," ujar Prima.

Baca Juga: KRL ke Cikarang Belum Beroperasi, 25 Perjalanan KA Masih Terganggu

Berdasarkan laporan kronologi kedatangan, kantong-kantong jenazah tersebut mulai dievakuasi dari tempat kejadian perkara (TKP) dan tiba di RS Polri Kramat Jati pada Selasa dini hari, sekitar pukul 03.00 WIB.

Sejak saat itu, tim medis dan petugas forensik langsung melakukan penanganan awal sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan korban kecelakaan massal.

Meskipun petugas telah bekerja sejak dini hari, proses identifikasi belum sepenuhnya rampung hingga berita ini diturunkan.

Tim Disaster Victim Identification (DVI) masih terus bekerja keras melakukan pencocokan data primer dan sekunder.

Hal ini mencakup pemeriksaan data sebelum kematian (ante mortem) yang dikumpulkan dari keluarga serta data setelah kematian (post mortem) yang didapatkan dari pemeriksaan fisik jenazah.

Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono belum memberikan rincian lebih mendalam mengenai identitas masing-masing korban maupun jumlah pasti jenazah yang sudah berhasil dikenali secara individu.

Load More