- Kecelakaan KRL dan kereta jarak jauh terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April malam.
- Sebanyak 14 korban meninggal dunia telah dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi.
- Tim medis RS Polri melakukan identifikasi forensik secara akurat untuk mencocokkan data korban dengan pihak keluarga.
Mengingat kondisi di lapangan dan kompleksitas pemeriksaan medis, seluruh proses identifikasi ini memang memerlukan ketelitian tinggi dan waktu yang tidak sebentar.
Pihak manajemen RS Polri Kramat Jati juga telah membuka posko informasi bagi keluarga korban.
Mereka mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dalam insiden di Stasiun Bekasi Timur tersebut untuk segera melapor dan membawa data-data pendukung seperti kartu identitas, rekam medis gigi, atau dokumen lain yang dapat membantu proses identifikasi.
Keluarga diminta untuk tetap tenang dan menunggu hasil identifikasi resmi dari tim DVI guna memastikan akurasi data.
Di sisi lain, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperbarui data terkait jumlah total korban dalam kecelakaan hebat ini.
Berdasarkan informasi terbaru, jumlah korban meninggal dunia akibat tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh tersebut dilaporkan mengalami peningkatan dari laporan awal.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.
Peningkatan jumlah korban tewas ini menjadi perhatian serius bagi otoritas transportasi dan kepolisian.
Seluruh korban meninggal dunia dalam insiden ini telah dievakuasi dan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut sesuai dengan prosedur hukum dan medis yang berlaku.
Baca Juga: KRL ke Cikarang Belum Beroperasi, 25 Perjalanan KA Masih Terganggu
Selain korban jiwa, kecelakaan ini juga mengakibatkan puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka, baik luka ringan maupun luka berat.
Berdasarkan data terkini, tercatat sebanyak 84 korban luka telah mendapatkan penanganan medis di berbagai fasilitas kesehatan dan rumah sakit terdekat di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
Tim gabungan dari KNKT, kepolisian, dan internal PT KAI masih terus melakukan penyelidikan di lokasi kejadian untuk mengetahui penyebab pasti tabrakan antara KRL dan kereta jarak jauh tersebut.
Evakuasi sarana kereta yang terdampak juga terus dilakukan guna menormalisasi kembali jalur perkeretaapian di lintas Bekasi yang sempat terganggu akibat insiden ini.
Berita Terkait
-
Mensos Siapkan Bantuan untuk Keluarga Korban Kecelakaan Kereta
-
KRL ke Cikarang Belum Beroperasi, 25 Perjalanan KA Masih Terganggu
-
Kecelakaan Kereta di Bekasi, Mengapa Argo Bromo Anggrek Tidak Mengerem?
-
Siapa Pemilik VinFast? Taksi Listrik Green SM Dituding Pemicu Kecelakaan KRL di Bekasi Timur
-
10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Belum Teridentifikasi
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sidang Blueray Cargo, Jaksa KPK Ungkap Dugaan Aliran Rp21 Miliar ke Djaka Budi Utama
-
Imbau Daerah Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Mendagri Optimistis Bakal Gerakkan Perekonomian
-
'Tak Ada Penangkapan!' Kapolres Jaksel Bantah Tudingan Represif di Aksi Mahasiswa GMNI Pancoran
-
Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI
-
Massa di Sudirman Bubar: Mahasiswa Mundur Pertama, Disusul Kelompok 'Baju Hitam'
-
Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?
-
Mendagri Tito Dorong DKPP Tingkatkan Integritas Penyelenggara Pemilu
-
KPK Selidiki Dugaan Perintangan Penyidikan Kasus Bea Cukai, Pendiri IAW Diperiksa
-
Mengapa Pertamax Naik? Teddy Indra Wijaya Ungkap 3 Alasannya
-
Triana ke Mahasiswa: Jangan Lupakan Reformasi Agraria, Tanpa Itu Indonesia Tak Akan Berubah