News / Nasional
Selasa, 28 April 2026 | 18:24 WIB
Kadokpol Pusdokes Polri, Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan, mengungkap kondisi jenazah korban kecelakaan KRL di Bekasi. (Suara.com/Bagaskara)
Baca 10 detik
  • Tim DVI Polri menyelesaikan identifikasi 10 jenazah korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).
  • Seluruh korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL tersebut diketahui memiliki kondisi cedera multipel trauma.
  • Pihak kepolisian menyatakan identitas kesepuluh korban telah berhasil dipastikan seluruhnya melalui sidang rekonsiliasi di RS Polri.

Suara.com - Proses identifikasi terhadap seluruh jenazah korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur telah selesai dilakukan. Polisi pun mengungkap kondisi jenazah selama proses identifikasi tersebut.

Kadokpol Pusdokes Polri, Brigjen Pol Nyoman Eddy Purnama Wirawan, mengungkapkan, jika kondisi jenazah korban hampir semua mengalami multipel trauma atau kondisi seseorang mengalami dua atau lebih cedera parah pada berbagai dan sistem tubuhnya.

"Jadi, dalam pemeriksaan kami, hampir rata-rata pelaksanaan pemeriksaan yang tadi, tipikalnya adalah yang kami sebut sebagai multipel trauma," kata Nyoman dalam konferensi persnya di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).

Ia mengatakan, dalam kondisi jenazah korban tersebut ada yang patah tulang hingga luka dominan di kepala dan dada.

"Jadi ada patah tulang di berbagai bagian tubuh, kemudian ada yang dominan di kepala, di dada, dan seterusnya, bahkan di anggota tubuh yang lain," katanya.

Sebelumnya, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri resmi menyelesaikan proses identifikasi terhadap seluruh jenazah korban kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono, mengonfirmasi bahwa sebanyak 10 jenazah yang diterima kini telah berhasil diketahui identitasnya.

Hal itu disampaikan Prima dalam konferensi pers yang digelar di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (28/4/2026).

Prima mengawali pernyataannya dengan menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga korban.

Baca Juga: RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya

"Dalam kesempatan ini, perkenankan kami dari Tim DVI Polri menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban kecelakaan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, yang jenazahnya telah kami terima di Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri sebanyak 10 kantong jenazah," ujar Prima, Selasa (28/4/2026).

Proses identifikasi ini melibatkan kolaborasi berbagai unsur ahli, mulai dari kedokteran kepolisian hingga tim forensik akademisi.

Prima menjelaskan, bahwa pemeriksaan telah rampung dilakukan pada siang hari ini.

"Sampai dengan sore hari ini, hari Selasa tanggal 28 April 2026 pukul 13.00, Tim DVI Polri yang terdiri dari Biro Dokpol Pusdokkes Polri, Rumah Sakit Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Biddokkes Polda Metro Jaya, Tim Pusident Bareskrim Polri, dan Dokter Forensik FK UI telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim dari TKP," jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa data jumlah korban yang diterima oleh tim DVI telah sesuai dengan laporan yang masuk dari pihak keluarga.

Kepastian identitas para korban diputuskan melalui sidang rekonsiliasi yang dilakukan tak lama setelah pemeriksaan fisik selesai.

Load More