- Gubernur Papua menetapkan Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, sebagai pusat perikanan berbasis masyarakat pada pertemuan hari Rabu, 29 April.
- Pemerintah membangun infrastruktur dan fasilitas pendukung perikanan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga tanpa mengambil alih tanah adat.
- Program ini mencakup pembangunan dermaga, penyediaan kapal tangkap, serta pabrik pengalengan guna mengoptimalkan potensi kelautan bagi nelayan lokal.
Suara.com - Gubernur Papua Matius D. Fakhiri mendorong Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, menjadi pusat perikanan berbasis masyarakat.
Langkah ini disampaikan langsung saat tatap muka dengan ondoafi dan warga di Kampung Waiya, Rabu (29/4).
Dalam pertemuan tersebut, Fakhiri menegaskan pemerintah tidak akan mengambil alih hak tanah milik masyarakat adat.
Ia menyebut pembangunan hanya bertujuan membuka akses ekonomi demi meningkatkan kesejahteraan warga.
“Pemerintah tidak memiliki hak untuk tanah itu, kami cuma buka. Tetap tanah itu menjadi hak milik masyarakat,” ujar Fakhiri.
Ia mengapresiasi sikap terbuka ondoafi dan masyarakat Depapre yang mendukung pembangunan tanpa mengabaikan nilai adat dan sejarah.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program.
Pemerintah Provinsi Papua telah menetapkan Depapre sebagai distrik berbasis perikanan.
Sejumlah program disiapkan, mulai dari pembangunan dermaga kampung, jembatan menuju laut, hingga kawasan kampung nelayan.
Baca Juga: Rel KRL dan Kereta Jarak Jauh di Bekasi Harus Dipisah
“Depapre akan menjadi pusat perikanan Provinsi Papua. Kami juga siapkan pabrik pengalengan ikan,” katanya.
Selain infrastruktur, pemerintah akan memberikan bantuan kapal tangkap dan pendampingan teknis bagi nelayan.
Fakhiri menekankan bahwa potensi laut Papua harus dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Tidak perlu semua jadi pegawai negeri. Laut kita luas, cari ikan, pemerintah akan bantu beli hasil tangkapan,” ujarnya.
Fakhiri juga menegaskan prinsip pemerintah yang tidak membeli tanah dalam proyek pembangunan.
Ia menilai langkah tersebut penting agar hak masyarakat tetap terjaga dalam jangka panjang.
Berita Terkait
-
Rel KRL dan Kereta Jarak Jauh di Bekasi Harus Dipisah
-
MTI Desak Reformasi Total Keselamatan Kereta Usai Tragedi Bekasi Timur
-
Tabrakan Maut Bekasi Timur Disorot MTI: Efek Domino hingga Dugaan Kelalaian Masinis
-
Reformasi Polri Mandek, Koalisi Sipil Desak Prabowo Segera Bertindak
-
Penghargaan Pemda Strategi Tingkatkan Kinerja dan Kepercayaan Publik
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Tanggapi Kritik Publik, Menteri PPPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Usul Geser Gerbong Perempuan
-
Studi CISDI: 9 dari 10 Makanan Kemasan di Indonesia Tinggi Gula, Garam, dan Lemak
-
KPK 'Skakmat' Ancaman Gugatan Rp300 Triliun Noel: Fokus Sidang, Jangan Membangun Opini!
-
Periksa Suami Fadia Arafiq, KPK Telusuri 'Jalur Panas' Uang di Perusahaan Keluarga
-
Lawan KPK, Noel Ancam Gugat Rp 300 Triliun: 'Tak Ambil Satu Rupiah Pun, Semua untuk Buruh!'
-
KPK Bidik Peran Suami Fadia Arafiq di Pusaran Korupsi Proyek Outsourcing Pekalongan
-
Usut Tragedi Bekasi Timur: Usai Sopir Taksi Green SM, Besok Giliran Masinis Diperiksa Polisi
-
Kenapa Banyak Bajak Laut di Somalia? Kapal Honour 25 Berisi 4 WNI Disandera Perompak
-
Kilas Balik Misi Berdarah TNI Bebaskan Kapal Sinar Kudus dari Cengkeraman Perompak Somalia
-
10 Jam Terjepit Dalam Kereta, Kisah Endang Melawan Maut Usai Sempat Dikira Tim SAR Meninggal