Suara.com - Bersekolah terasa seperti kemewahan bagi Aisyah Nur Aini sebelum bergabung dengan Sekolah Rakyat. Siswi kelas X di SRMA 17 Surakarta, Jawa Tengah memang dikenal sebagai anak dari keluarga pekerja keras, ayahnya mencari nafkah sebagai tukang loak, sementara sang ibu berjualan nasi goreng, mie, dan nasi bandeng di depan rumah. Ketika dagangan sepi, sang ibu Uti Rahayu tak berhenti berkeliling mengumpulkan kardus bekas untuk dijual kembali.
Rumah mereka sederhana di daerah Bororejo Jagalan, Surakarta. Kondisi dindingnya dari batu bata yang belum diplester. Namun dari ruang yang sempit itu, tumbuh sesuatu yang besar.
Kesempatan masuk Sekolah Rakyat mengubah ritme hidup Aisyah. Untuk pertama kalinya, ia bisa belajar tanpa dibayangi kecemasan soal biaya. Seragam, sepatu, makan tiga kali sehari, hingga laptop semua tersedia.
Hal-hal yang bagi sebagian orang biasa, bagi Aisyah adalah titik balik.
“Karena di sini fasilitasnya baik dan bisa memenuhi kebutuhan saya, saya ingin mencapai cita-cita saya,” ujar Aisyah.
Kepercayaan dirinya mulai muncul, Aisyah pun meraih juara 2 bulutangkis tunggal putri dalam class meeting, sesuai dengan hobinya bermain badminton. Ia juga meraih Juara 2 Wiru Jarik pada peringatan Hari Kartini.
Bukan prestasi besar di mata dunia, tapi penting bagi seorang anak yang sedang membangun kepercayaan diri dari nol.
Aisyah yang bercita-cita menjadi dokter juga dikenal sebagai anak yang aktif dan terbuka. Ia mudah bergaul, aktif di Palang Merah Remaja (PMR), bahkan dipercaya menjadi delegasi Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS). Di kelas, ia menyukai pembelajaran praktik, berani berpendapat, dan mampu bekerja sama dengan teman-temannya.
Ibunya melihat perubahan itu. Bukan hanya pada prestasi, tapi pada cara Aisyah memandang masa depan. Saat diminta menyampaikan harapan, suaranya tertahan. Kata-katanya terpotong, bukan karena tak tahu harus berkata apa, tapi karena terlalu banyak yang ingin disampaikan.
Baca Juga: Mengintip Basic Skincare dr. Tompi untuk Kulit Sehat dan Awet Muda
“Saya berharap anak saya bisa sukses, bisa membanggakan orang tua,” ucap sang ibu, terbata-bata menahan tangis.
Ia lalu menarik napas, mencoba tegar, dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden atas kesempatan yang kini dimiliki anaknya.
“Terima kasih Pak Presiden, anak saya bisa sekolah. Saya sangat senang, bangga, bersyukur.”
Aisyah kini belajar lebih serius, berlatih lebih disiplin. Ia tahu, fasilitas hanya membuka pintu yang menentukan adalah seberapa keras ia melangkah masuk.
“Setelah saya sekolah di sini, saya ingin menjadi orang sukses dan bisa membahagiakan orang tua,” katanya.
Kalimat itu bukan sekadar harapan. Itu janji. Dari dapur kecil yang panasnya tak pernah benar-benar hilang. Dari tangan ibu yang terus bekerja, bahkan saat lelah. Dari kardus-kardus bekas yang dikumpulkan satu per satu untuk menutup kekurangan. ***
Berita Terkait
-
Mengintip Basic Skincare dr. Tompi untuk Kulit Sehat dan Awet Muda
-
Ahmad Dhani Tamatan Apa? Ini Riwayat Pendidikan Suami Mulan Jameela
-
Tragedi Sepatu Kekecilan di Samarinda: Tamparan Keras untuk Sistem Pendidikan Kita
-
Sepatu Sekolah Rakyat Merk Apa? Dianggarkan Sampai Rp700 Ribu per Pasang
-
MGBKI Soroti Kegagalan Sistem, Buntut Dokter Magang di Jambi Meninggal Kelelahan
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot
-
Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral
-
Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan
-
Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan
-
Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan
-
BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan
-
Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel
-
Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak
-
Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali