News / Internasional
Kamis, 30 April 2026 | 15:18 WIB
Umat Islam berdoa saat Sai di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (23/4/2026). [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/YU]
Baca 10 detik
  • Tiga WNI ditangkap aparat Makkah akibat terlibat penipuan iklan layanan haji ilegal di medsos.

  • Polisi menyita barang bukti berupa komputer, uang tunai, dan identitas kartu haji palsu.

  • Pemerintah Arab Saudi memperketat sanksi bagi siapa pun yang memfasilitasi jemaah haji tanpa izin.

Suara.com - Praktik culas layanan haji tanpa izin resmi kini menjadi target utama pembersihan aparat keamanan Arab Saudi menjelang puncak ibadah tahun ini.

Tiga orang yang diduga warga negara Indonesia diringkus kepolisian Makkah karena menjalankan skema penipuan serta penggelapan paket haji fiktif.

Aksi mereka terbongkar setelah terpantau aktif memasarkan iklan layanan ibadah yang melanggar aturan melalui berbagai platform media sosial.

Potret ribuan jemaah haji tawaf di Ka'bah. (Pixabay)

"Ketiganya diduga terlibat dalam praktik penipuan dan penggelapan terkait layanan haji ilegal, termasuk melalui penyebaran iklan layanan haji palsu di media sosial," kata Direktur Pelindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah.

Para pelaku diketahui sempat beroperasi secara bebas sebelum akhirnya diamankan oleh petugas keamanan setempat pada Selasa (28/4).

Pihak keamanan di Makkah berhasil mengamankan sejumlah perangkat komputer yang digunakan untuk mengoperasikan bisnis ilegal tersebut.

Umat Islam memanjatkan doa di depan Kabah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Kamis (23/4/2026). [ANTARA FOTO/Citro Atmoko/sgd/YU]

Selain perangkat digital, polisi juga menemukan tumpukan uang tunai dan kartu haji yang terindikasi kuat merupakan dokumen palsu.

Dua dari tiga oknum tersebut bahkan nekat mengenakan seragam petugas haji Indonesia untuk meyakinkan korbannya saat ditangkap.

"Saat ini, KJRI di Jeddah sedang melakukan verifikasi identitas para pelaku, berkoordinasi dengan pemerintah setempat, guna mengawal proses hukum selanjutnya sesuai ketentuan yang berlaku," kata Heni Hamidah.

Baca Juga: 3 Bulan Nganggur, Steven Gerrard Dibidik Klub Championship

Hingga kini, proses identifikasi mendalam terus dilakukan untuk memastikan status kewarganegaraan para terduga pelaku secara resmi.

Kerajaan Arab Saudi saat ini tengah berada dalam posisi sangat ketat untuk menyisir setiap potensi masuknya jemaah tanpa izin.

Pemerintah setempat menegaskan komitmen nol toleransi bagi siapa pun yang mencoba menerobos masuk ke Makkah tanpa dokumen sah.

Heni menegaskan bahwa Arab Saudi saat ini sedang meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap berbagai bentuk pelanggaran haji ilegal, termasuk memasukkan jamaah tanpa izin resmi ke Kota Makkah.

Langkah ini diambil demi menjaga ketertiban serta keamanan seluruh jemaah yang menjalankan ibadah sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Warga negara Indonesia diingatkan untuk hanya memercayai jalur keberangkatan yang telah diakui oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Load More