News / Internasional
Selasa, 05 Mei 2026 | 14:57 WIB
Piala Dunia 2026 (FIFA)
Baca 10 detik
  • Okupansi hotel di kota tuan rumah Piala Dunia 2026 merosot jauh di bawah target.

  • Kendala visa dan pembatalan kamar oleh FIFA menjadi penyebab utama rendahnya reservasi.

  • Kebijakan imigrasi yang ketat membuat wisatawan asing enggan berkunjung ke Amerika Serikat.

Meski mayoritas kota lesu, Miami dan Atlanta justru menunjukkan tren positif dengan angka pemesanan yang stabil atau bahkan melampaui target.

Sekitar 55 persen responden di Miami menyatakan bahwa proyeksi kunjungan mereka masih berada di atas ekspektasi awal yang ditetapkan.

Sementara itu, panitia lokal di Kansas City tetap optimistis bisa menarik 650.000 pengunjung meski data hotel saat ini berkata sebaliknya.

Pemerintah Amerika Serikat melalui Gedung Putih juga terus menegaskan komitmennya untuk menyukseskan turnamen sepak bola paling bergengsi ini.

“Presiden Trump fokus untuk memastikan bahwa ini bukan hanya pengalaman yang luar biasa bagi semua penggemar dan pengunjung, tetapi juga yang paling aman dan terjamin dalam sejarah,” ujar juru bicara Davis Ingle.

Masalah ini mencuat hanya enam minggu sebelum turnamen dimulai, di tengah harapan besar terhadap peringatan 250 tahun deklarasi kemerdekaan AS.

Kombinasi antara kuatnya nilai tukar dolar dan ketidakpastian kebijakan visa menjadi tembok penghalang bagi suporter dari luar negeri.

Awalnya, 11 kota di Amerika Serikat diproyeksikan akan meraup keuntungan berlipat ganda dari durasi tinggal wisatawan asing yang biasanya lebih lama.

Namun, tanpa adanya relaksasi aturan masuk dan kemudahan akses, target pemecahan rekor kehadiran FIFA mungkin sulit dibarengi dengan kesuksesan finansial perhotelan.

Baca Juga: Pelatih Irak Sebut Timnas Indonesia Paling Dirugikan di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026

Krisis ini menjadi peringatan bagi industri pariwisata bahwa status tuan rumah saja tidak cukup untuk menjamin penuhnya okupansi kamar hotel.

Load More