-
Okupansi hotel di kota tuan rumah Piala Dunia 2026 merosot jauh di bawah target.
-
Kendala visa dan pembatalan kamar oleh FIFA menjadi penyebab utama rendahnya reservasi.
-
Kebijakan imigrasi yang ketat membuat wisatawan asing enggan berkunjung ke Amerika Serikat.
Meski mayoritas kota lesu, Miami dan Atlanta justru menunjukkan tren positif dengan angka pemesanan yang stabil atau bahkan melampaui target.
Sekitar 55 persen responden di Miami menyatakan bahwa proyeksi kunjungan mereka masih berada di atas ekspektasi awal yang ditetapkan.
Sementara itu, panitia lokal di Kansas City tetap optimistis bisa menarik 650.000 pengunjung meski data hotel saat ini berkata sebaliknya.
Pemerintah Amerika Serikat melalui Gedung Putih juga terus menegaskan komitmennya untuk menyukseskan turnamen sepak bola paling bergengsi ini.
“Presiden Trump fokus untuk memastikan bahwa ini bukan hanya pengalaman yang luar biasa bagi semua penggemar dan pengunjung, tetapi juga yang paling aman dan terjamin dalam sejarah,” ujar juru bicara Davis Ingle.
Masalah ini mencuat hanya enam minggu sebelum turnamen dimulai, di tengah harapan besar terhadap peringatan 250 tahun deklarasi kemerdekaan AS.
Kombinasi antara kuatnya nilai tukar dolar dan ketidakpastian kebijakan visa menjadi tembok penghalang bagi suporter dari luar negeri.
Awalnya, 11 kota di Amerika Serikat diproyeksikan akan meraup keuntungan berlipat ganda dari durasi tinggal wisatawan asing yang biasanya lebih lama.
Namun, tanpa adanya relaksasi aturan masuk dan kemudahan akses, target pemecahan rekor kehadiran FIFA mungkin sulit dibarengi dengan kesuksesan finansial perhotelan.
Baca Juga: Pelatih Irak Sebut Timnas Indonesia Paling Dirugikan di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026
Krisis ini menjadi peringatan bagi industri pariwisata bahwa status tuan rumah saja tidak cukup untuk menjamin penuhnya okupansi kamar hotel.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Ekonomi Dunia Terancam 'Kiamat', Donald Trump Mulai Keder Hadapi Ketangguhan Iran di Selat Hormuz
-
Sidang Perdana Korupsi Bea Cukai: Bos Blueray Cargo John Field Hadapi Pembacaan Dakwaan
-
Mendagri: Program Tiga Juta Rumah Wujud Kepedulian Presiden kepada "Rakyat Kecil"
-
Mendagri: Program 3 Juta Rumah Percepat Akses Hunian Layak bagi Masyarakat Kurang Mampu
-
Polisi Buru Kiai Ashari! Tersangka Cabul Santri Ponpes Pati Bakal Dijemput Paksa Jika Mangkir
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Ketum TP PKK Ajak Warga Sulsel Tingkatkan Imunisasi Anak Demi Generasi Sehat
-
Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Mendagri Tito Bersama Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Balikpapan
-
Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja Terampil untuk Dukung Pertumbuhan Pasar EV dan Green Jobs