- Tim gabungan Polres Jakarta Barat dan Polda Metro Jaya menangkap pelaku pembacokan terhadap pegawai pabrik di Cengkareng.
- Insiden pembacokan terjadi pada Senin (4/5/2026) akibat selisih paham karena senggolan fisik saat korban berjalan kaki.
- Korban bernama Ahmad meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka senjata tajam yang dibawa oleh pelaku.
Suara.com - Polisi berhasil meringkus pelaku pembacokan terhadap seorang pegawai pabrik roti di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Arfan Zulfan, mengatakan penangkapan dilakukan oleh tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Barat dan Jatanras Polda Metro Jaya.
“Sudah ditangkap kemarin, gabungan sama Jatanras Polda kemarin pembunuhnya itu,” kata Arfan saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (5/5/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi pembacokan dipicu oleh insiden sepele di jalan. Pelaku disebut langsung menyerang korban setelah terjadi senggolan saat berjalan kaki.
“Korban tidak sengaja nyenggol pas jalan kaki. Jadi ada selisih paham, tahu-tahu langsung dibacok,” jelasnya.
Arfan mengaku pihaknya masih mendalami alasan pelaku membawa senjata tajam. Namun dari keterangan awal, senjata tersebut memang selalu dibawa oleh pelaku.
“Belum tahu, tapi memang selalu ada di tubuhnya itu. Intinya sudah dapat itu pelaku, satu orang,” ujarnya.
Saat ini, pelaku tengah diperiksa oleh tim Jatanras Polda Metro Jaya. Polisi juga masih mendalami motif lengkap serta identitas pelaku yang akan diumumkan setelah proses penyidikan lebih lanjut.
“Inisialnya langsung ke Polda, pokoknya kemarin kita gabungan sama Polda,” tandasnya.
Baca Juga: Tak Berkutik! 2 Pelaku Teror Air Keras di Cengkareng Diringkus Usai Aksinya Viral
Sebelumnya, warga Jalan Pendongkelan Belakang, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, dihebohkan oleh peristiwa pembacokan yang terjadi pada Senin (4/5/2026).
Korban, Ahmad (25), warga asal Pandeglang, tewas di tempat setelah mengalami luka serius di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam.
Ketua RW 13 Kapuk, Sugiarto, mengatakan dirinya menerima laporan dari warga terkait kejadian tersebut. Saat tiba di lokasi, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan tubuh berlumuran darah.
“Ada warga yang melapor melihat seorang pria sudah dalam kondisi meninggal dengan tubuh berlumuran darah,” ujarnya.
Dari keterangan warga sekitar, korban diketahui merupakan karyawan pabrik roti yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- 5 Sepatu Lari yang Nyaman untuk Jalan Jauh, Sol Empuk Bisa Buat Traveling
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
Pilihan
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
Terkini
-
BEM Persatuan se-DKI Ajak AMPB Jaga Ruang Demokrasi Jelang Aksi di DPR
-
Situasi Terbaru Bukit Serelo Lahat Terbakar, Karhutla Diperkirakan Capai 350 Hektar
-
Program KPR Renovasi BRI, Ketentuan Suku Bunga Ringan dan Tenor Panjang
-
Dari Kebab ke QRIS, Cerita Farhan Kebab Tumbuh Bersama Bank Sumsel Babel
-
Amnesty International Soroti Kemunduran Demokrasi: Banyak Partai, tapi Suaranya Satu
-
Panas Bumi Jadi Andalan Transisi Energi, Pemerintah Dorong Pemanfaatannya Lebih Cepat
-
Katarak Kongenital pada Anak dan Pentingnya Deteksi Sejak Dini
-
Semarak Turnamen Bulu Tangkis di Mall Solo, 219 Peserta Ikut Bertanding
-
Komunikasi Politik Prabowo Dinilai Kerap Blunder, Akademisi: Bisa Rugikan Pemerintah
-
PTBA Hadir untuk NTT, Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana