- Ade Armando dilaporkan oleh puluhan ormas Islam ke Bareskrim Polri atas dugaan penyebaran video ceramah Jusuf Kalla.
- Para pelapor menuduh Ade Armando beserta dua rekannya menyebarkan potongan video menyesatkan yang berpotensi memicu adu domba.
- Ade Armando membantah tuduhan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk kooperatif menjalani proses hukum di pihak kepolisian.
Suara.com - Pegiat media sosial yang baru saja menyatakan mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ade Armando, buka suara terkait laporan polisi yang menyeret namanya.
Ade Armando secara tegas membantah tuduhan bahwa dirinya telah melakukan fitnah terhadap Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), terkait unggahan video ceramah di media sosial.
Persoalan ini mencuat setelah gabungan puluhan organisasi masyarakat (ormas) Islam melaporkan Ade Armando, Permadi Arya (Abu Janda), dan Grace Natalie ke Bareskrim Polri.
Mereka dituding menyebarkan potongan video ceramah Jusuf Kalla dengan narasi yang dianggap menyesatkan dan berpotensi mengadu domba antarumat beragama.
Menanggapi hal tersebut, Ade Armando memberikan klarifikasi resmi di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI. Ia menekankan bahwa segala konten yang ia unggah merupakan bentuk kritik yang memiliki landasan argumentasi, bukan sebuah upaya untuk menyebarkan kebohongan atau kebencian.
“Kami tidak pernah memfitnah, menuduh Pak JK itu penoda agama. Kami tidak pernah menuduh Pak JK, itu memfitnah. Kami tidak pernah mengadu domba antarkelompok-kelompok umat beragama di Indonesia,” kata Ade Armando di kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Tantang Bukti Konkret
Ade Armando menilai tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak berdasar.
Ia pun melayangkan tantangan terbuka kepada pihak pelapor untuk membuktikan secara spesifik di bagian mana dari konten videonya yang mengandung unsur fitnah atau upaya adu domba sebagaimana yang dituduhkan.
Baca Juga: Terungkap Alasan Ade Armando Cabut dari PSI: Jangan Serang Partai Gara-gara Saya
Menurut Ade, kritik terhadap tokoh publik adalah hal yang wajar dalam iklim demokrasi, selama hal tersebut didasarkan pada pandangan yang diyakini kebenarannya.
Ia menjamin bahwa apa yang disampaikannya melalui kanal media sosial bukan bertujuan untuk memprovokasi massa.
“Siapa pun yang menuduh saya melakukan itu dan saya dan teman-teman melakukan itu, saya akan tantang untuk tolong sampaikan di bagian mana dari video saya, saya melakukan itu,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.
Lebih lanjut, Ade menyatakan tidak akan lari dari tanggung jawab jika persoalan ini berlanjut ke ranah hukum.
Ia menegaskan kesiapannya untuk kooperatif dengan pihak kepolisian apabila keterangannya dibutuhkan untuk mengklarifikasi duduk perkara yang sebenarnya.
“Kalau saya dipanggil oleh polisi, saya akan datang, saya akan jelaskan bahwa saya tidak pernah melakukannya,” kata Ade.
Berita Terkait
-
Terungkap Alasan Ade Armando Cabut dari PSI: Jangan Serang Partai Gara-gara Saya
-
Antisipasi Dampak ke Jokowi Jadi Alasan PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando
-
Ade Armando Ungkap Alasan Mengundurkan Diri dari PSI: Ada yang Ingin Menghabisi Saya dan Partai
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Ade Armando Klaim Baru Tahu Ceramah JK di UGM 40 Menit Usai Dipolisikan
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha
-
Mulai Besok! Eks Karyawan Hotel Sultan Wajib Lapor ke Posko GBK Demi Kepastian Nasib
-
'Efisiensi Tebang Pilih', Ekonom CELIOS: Dana Transfer Dipangkas Bikin Daerah Mandul!
-
Predator Anak di Cakung DItangkap: Nekat Jebol Atap Rumah Demi Kabur usai Kepergok Warga
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen