- Polda Metro Jaya menetapkan pengemudi SUV berinisial LPR sebagai tersangka atas kasus tabrak lari di Jalan Raya Kalimalang.
- Insiden kecelakaan pada 2 Mei tersebut mengakibatkan pedagang buah berinisial KA mengalami luka serius di bagian kepala.
- Polisi tidak menahan tersangka karena pihak keluarga memberikan jaminan kooperatif selama proses hukum berlangsung sesuai aturan berlaku.
Suara.com - Kasus tabrak lari yang menimpa seorang pedagang buah di Jalan Raya Kalimalang, Jakarta Timur, memasuki babak baru. LPR (47), pengemudi SUV Mitsubishi Pajero Sport yang sempat melarikan diri usai menabrak korban, kini resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya.
Penetapan status tersangka ini dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara atas insiden kecelakaan yang terjadi pada Sabtu (2/5) tersebut.
“Hasil gelar perkara kemarin, yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Ojo Ruslani dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).
LPR dinilai lalai dan tidak bertanggung jawab saat mengemudikan kendaraannya.
Ojo menjelaskan bahwa tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).
Tersangka terancam Pasal 311 terkait tindakan mengemudi secara berbahaya dengan sengaja, serta Pasal 312 yang mengatur tindak pidana tabrak lari.
Alasan Polisi Tak Tahan Tersangka
Meski sudah berstatus tersangka, polisi memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap LPR. Keputusan ini diambil lantaran pihak keluarga memberikan jaminan bahwa LPR akan kooperatif selama proses hukum berlangsung.
“Penahanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 dalam UU No. 20 Tahun 2025 hanya dapat dilakukan berdasarkan surat perintah Penahanan atau penetapan Hakim terhadap Tersangka atau Terdakwa yang melakukan tindak pidana atau melakukan percobaan atau pembantuan melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih,” ucap Ojo.
Baca Juga: Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
Selain adanya jaminan keluarga, Ojo menyebut alasan subjektif penyidik menjadi pertimbangan utama. Polisi meyakini tersangka tidak akan melarikan diri, tidak menghilangkan barang bukti, serta tidak akan mengulangi perbuatannya.
Kronologi Kejadian
Sebelumnya, pelarian LPR berakhir setelah tim Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya berhasil mengamankan mobil Pajero hitam miliknya.
"Pelaku dan kendaraan sudah kami amankan dan berlanjut proses berjalan sesuai SOP," kata Ojo Ruslani, Senin lalu. Namun, saat itu pihak kepolisian belum merinci detail identitas pelaku.
Secara terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Metro Jakarta Timur, AKP Darwis Yunarta, membeberkan kronologi kecelakaan tersebut.
Peristiwa bermula pada Sabtu (2/5) sekitar pukul 07.00 WIB di dekat Halte Agraria, Duren Sawit.
Berita Terkait
-
Pengendara Motor Tewas di Koridor 9 Slipi, Manajemen Transjakarta Pastikan Kecelakaan Tunggal
-
Mengapa Kecelakaan Kereta Masih Terjadi di Era Modern? Ini Alasan di Balik Tragedinya
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Tragedi Kereta Bekasi Tewaskan 16 Orang, Korlantas Bongkar Fakta Baru, Ada Tersangka?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang