-
Harga tiket Piala Dunia 2026 di Meksiko mencapai puluhan ribu dolar sehingga sulit dijangkau warga.
-
Warga lokal memprotes turnamen karena memicu krisis air bersih dan kenaikan harga sewa hunian.
-
Isu keamanan kartel narkoba menjadi tantangan serius bagi Meksiko dalam menjamin keselamatan turis mancanegara.
Suara.com - Ambisi Meksiko mengukir sejarah sebagai negara pertama yang tiga kali menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 kini justru menyisakan kekecewaan mendalam bagi rakyatnya.
Pesta sepak bola kali ini dinilai terlalu eksklusif karena harga tiket yang mustahil dijangkau oleh rata-rata pekerja lokal.
Kesenjangan ekonomi yang lebar membuat turnamen ini dianggap hanya bisa dinikmati oleh kalangan berduit dan wisatawan mancanegara.
“Untuk realitas ekonomi Meksiko, hanya orang-orang yang memiliki sarana paling banyak yang bisa masuk,” ujar Francisco Javier Ferreira, seorang pensiunan berusia 70 tahun dikutip dari CNN.
Meksiko sendiri hanya mendapatkan jatah 13 pertandingan dari total 104 laga yang sebagian besar digelar di Amerika Serikat.
Kekecewaan penggemar memuncak saat FIFA merilis harga tiket babak penyisihan di Mexico City yang menyentuh angka 3.000 hingga 10.000 dolar AS.
Bagi warga seperti Ferreira yang berpenghasilan 1.000 dolar AS per bulan, biaya satu tiket setara dengan beberapa bulan biaya hidup.
Kondisi ini diperparah dengan skema pasar sekunder FIFA yang membiarkan harga tiket final melambung hingga jutaan dolar.
“Rasanya tidak sama dengan dua Piala Dunia sebelumnya. Piala Dunia ini pada dasarnya milik Amerika Serikat. Rasanya tidak seperti Meksiko. Begitulah rasanya bagi saya karena bahkan harga tiket pun di luar jangkauan semua orang,” keluh Ferreira.
Baca Juga: Paul Van Himst, 'The White Pele' dari Belgia yang Mengukir Keabadian
FIFA berdalih bahwa mereka telah menyediakan kategori tiket murah mulai dari 60 dolar AS khusus bagi asosiasi nasional tim yang lolos.
Fasilitas Stadion Banorte yang Belum Siap Sepenuhnya
Stadion Banorte atau yang dulu dikenal sebagai Stadion Azteca kini telah bersolek dengan renovasi besar selama hampir dua tahun.
Meski kapasitasnya bertambah menjadi 86.000 kursi, akses masuk bagi masyarakat umum justru dipersulit dengan pembatasan kendaraan.
Penonton terpaksa berjalan kaki sejauh dua kilometer karena akses utama stadion hanya diprioritaskan bagi tamu-tamu istimewa.
Alan Rea, seorang penggemar yang gagal mendapatkan tiket, terpaksa hanya bisa membawa anaknya melihat stadion saat laga persahabatan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Wamen PANRB Tegaskan Era Digital Butuh Pemimpin Visioner, Bukan Sekadar Manajer
-
Momen Haru Eks Wamenaker Noel Peluk Cium Putrinya usai Sidang: Ini yang Buat Saya Semangat
-
Korea Utara Tantang AS dan Sekutu: Jangan Atur-atur Kami Soal Nuklir
-
Sekarang Malu dan Menyesal Terima Uang Rp3 Miliar dan Ducati, Noel: Saya Minta Ampun Yang Mulia
-
Kapolri Sebut Penguatan Kompolnas Cukup Masuk di Revisi UU Polri, Tak Perlu UU Baru
-
Ahli Psikologi TNI Bongkar Profil 4 Penyiram Air Keras Andrie Yunus: Kemampuan Analisa Rendah
-
Buntut Kematian Dokter Myta, Kemenkes Tunda Internship di Puskesmas dan RSUD Kuala Tungkal
-
'Nak Keluar Sayang', Noel Minta Putrinya yang Berseragam Sekolah Keluar Sidang karena Ditegur Hakim
-
7,36 Persen Warga Indonesia Tanpa Air Bersih, Teknologi Ini Jadi Harapan Baru?
-
Kasus Dokter Internship Meninggal, Menkes Minta Audit Medis Tindakan RS