kapal pesiar mh hondius (dok oceanwide expedition)
Baca 10 detik
- Wabah Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius menyebabkan tiga orang meninggal dan beberapa penumpang jatuh sakit saat berlayar.
- Sebanyak 150 penumpang dari 23 negara kini berada di bawah pengawasan ketat otoritas kesehatan serta pihak WHO.
- Pihak berwenang sedang menyelidiki kemungkinan penularan virus antarmanusia di atas kapal ekspedisi polar yang sedang menjadi sorotan tersebut.
Beberapa paket perjalanan MV Hondius juga mencakup aktivitas tambahan seperti kayaking dan camping di wilayah kutub. Aktivitas tersebut biasanya dikenakan biaya tambahan di luar harga tiket utama.
Meski mahal, perjalanan menggunakan MV Hondius tetap diminati wisatawan dari berbagai negara. Banyak pelancong tertarik karena kapal ini menawarkan pengalaman langka menjelajahi wilayah kutub dengan fasilitas nyaman dan suasana eksklusif.
Namun, insiden wabah hantavirus yang terjadi baru-baru ini membuat nama MV Hondius menjadi sorotan internasional. Otoritas kesehatan kini masih terus memantau kondisi penumpang dan awak kapal sambil melakukan investigasi terkait kemungkinan penyebaran virus di atas kapal tersebut.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara