News / Internasional
Jum'at, 08 Mei 2026 | 16:52 WIB
Ferdinand Marcos Jr. (AFP)
Baca 10 detik
  • Marcos Jr. memperingatkan pemulihan gangguan ekonomi global di kawasan ASEAN butuh waktu tahunan.

  • Konflik Timur Tengah diidentifikasi sebagai faktor utama pengganggu stabilitas pasokan energi negara-negara ASEAN.

  • ASEAN mengadopsi kerangka LEAD-SAIL-RISE untuk memperkuat integrasi ekonomi dan keamanan regional secara konkret.

Melalui kepemimpinan Filipina, organisasi regional ini mulai mengadopsi konsep strategis yang disebut sebagai LEAD-SAIL-RISE.

Inisiatif ini memfokuskan penguatan pada pilar keamanan politik, penyatuan ekonomi, serta kemajuan sosial yang berbasis pada masyarakat.

Upaya kolektif ini diharapkan mampu membentengi kawasan dari ancaman fragmentasi global yang kian nyata.

“Dan meskipun dampaknya mungkin berbeda dari satu negara ke negara lain di ASEAN saat ini, tidak dapat disangkal bahwa gangguan ini akan berdampak pada masa depan,” katanya.

Langkah ini menjadi dasar bagi Asia Tenggara untuk tetap berdaulat di tengah pusaran konflik kepentingan negara-negara adidaya.

Pernyataan ini disampaikan dalam sesi Retreat KTT ke-48 ASEAN yang diselenggarakan di Cebu, Filipina, sebagai respons atas ketidakpastian pasar global.

Konflik bersenjata di berbagai belahan dunia dan gangguan rantai pasok pascapandemi terus menjadi tantangan utama bagi pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara.

Load More