- Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendesak pemerintah menerapkan sistem kesehatan terpadu untuk mencegah ancaman hantavirus di Indonesia.
- Langkah pencegahan difokuskan pada peningkatan kapasitas laboratorium, pengawasan kasus demam akut, serta perbaikan sanitasi dan pengendalian populasi tikus.
- Pemerintah Indonesia mulai memperkuat surveilans dan skrining deteksi dini setelah WHO melaporkan adanya wabah hantavirus di kapal pesiar.
Menurut Edy, hantavirus sering kali luput dari perhatian karena tidak selalu menimbulkan pandemi besar. Padahal, beberapa jenis hantavirus memiliki tingkat kematian cukup tinggi, salah satunya Andes virus yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat.
“Justru karena sifatnya silent threat atau ancaman tersembunyi, kita tidak boleh lengah,” ujarnya.
Sorotan terhadap hantavirus meningkat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau wabah yang terjadi di kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius, yang berlayar dari Argentina.
WHO menerima laporan wabah tersebut pada 2 Mei 2026. Dari total 147 penumpang dan awak kapal, tujuh orang dilaporkan sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia.
WHO menyebut para korban kemungkinan telah terinfeksi sebelum naik ke kapal pesiar, namun kemungkinan penularan antarmanusia di atas kapal masih belum dapat dikesampingkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas