News / Nasional
Senin, 11 Mei 2026 | 14:52 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto. [Suara.com/Lilis Varwati]
Baca 10 detik
  • Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mendesak pemerintah menerapkan sistem kesehatan terpadu untuk mencegah ancaman hantavirus di Indonesia.
  • Langkah pencegahan difokuskan pada peningkatan kapasitas laboratorium, pengawasan kasus demam akut, serta perbaikan sanitasi dan pengendalian populasi tikus.
  • Pemerintah Indonesia mulai memperkuat surveilans dan skrining deteksi dini setelah WHO melaporkan adanya wabah hantavirus di kapal pesiar.

Menurut Edy, hantavirus sering kali luput dari perhatian karena tidak selalu menimbulkan pandemi besar. Padahal, beberapa jenis hantavirus memiliki tingkat kematian cukup tinggi, salah satunya Andes virus yang dapat menyebabkan gangguan pernapasan berat.

“Justru karena sifatnya silent threat atau ancaman tersembunyi, kita tidak boleh lengah,” ujarnya.

Sorotan terhadap hantavirus meningkat setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memantau wabah yang terjadi di kapal pesiar berbendera Belanda, MV Hondius, yang berlayar dari Argentina.

WHO menerima laporan wabah tersebut pada 2 Mei 2026. Dari total 147 penumpang dan awak kapal, tujuh orang dilaporkan sakit dan tiga di antaranya meninggal dunia.

WHO menyebut para korban kemungkinan telah terinfeksi sebelum naik ke kapal pesiar, namun kemungkinan penularan antarmanusia di atas kapal masih belum dapat dikesampingkan.

Load More