News / Nasional
Senin, 11 Mei 2026 | 18:54 WIB
Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. (Dok. Tim Media MPR RI)
Baca 10 detik
  • Sekretariat Jenderal MPR RI sedang melakukan penelusuran internal atas dugaan kesalahan penilaian juri LCC Empat Pilar di Kalimantan Barat.
  • Insiden penilaian terjadi pada babak final tanggal 9 Mei 2026 yang melibatkan peserta dari beberapa sekolah di Pontianak.
  • MPR RI berkomitmen mengevaluasi sistem perlombaan secara menyeluruh guna meningkatkan objektivitas, transparansi, serta akuntabilitas penyelenggaraan kegiatan di masa depan.

Suara.com - Sekretariat Jenderal MPR RI memberikan respons resmi terkait dinamika yang terjadi dalam pelaksanaan Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Polemik yang dipicu oleh kesalahan penilaian juri tersebut kini tengah menjadi sorotan publik di media sosial.

Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, menegaskan bahwa pihaknya sangat menghormati masukan dari masyarakat.

Ia menekankan bahwa ajang LCC Empat Pilar bukan sekadar kompetisi, melainkan instrumen penting dalam pembentukan karakter dan pemahaman nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda.

"MPR RI memahami bahwa kegiatan pendidikan dan pembinaan generasi muda, termasuk LCC Empat Pilar, harus menjunjung tinggi nilai sportivitas, objektivitas, keadilan, serta semangat pembelajaran yang konstruktif," ujar Siti Fauziah dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).

Terkait insiden penilaian jawaban peserta yang viral, Siti menjelaskan bahwa panitia pelaksana dari Sekretariat Jenderal MPR RI sedang melakukan penelusuran internal.

Langkah ini diambil untuk memastikan integritas perlombaan tetap terjaga.

Sebagai tindak lanjut, MPR RI berkomitmen untuk membenahi sistem perlombaan di masa mendatang. Evaluasi akan dilakukan pada berbagai aspek, mulai dari teknis hingga mekanisme komplain peserta di lapangan.

"MPR RI akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek teknis pelaksanaan lomba, termasuk mekanisme penilaian, kejelasan artikulasi jawaban, sistem verifikasi jawaban peserta, dan tata kelola keberatan dalam perlombaan agar pelaksanaan kegiatan serupa ke depan dapat berlangsung semakin baik, transparan, and akuntabel," jelasnya.

Baca Juga: Ahmad Muzani di Harlah NU: Bangsa Ini Berutang Jasa pada Kiai dan Santri

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, mulai dari siswa, guru, hingga masyarakat luas yang telah memberikan perhatian kritis terhadap pelaksanaan LCC Empat Pilar.

Menurutnya, kritik publik adalah bagian penting dari perbaikan institusi.

"Masukan publik akan menjadi bahan evaluasi penting demi menjaga kualitas kegiatan dan kepercayaan masyarakat terhadap proses pembelajaran kebangsaan yang inklusif, edukatif, dan berintegritas," kata dia.

Lebih lanjut, Sekretariat Jenderal MPR RI mengimbau seluruh pihak untuk tetap menjaga suasana kondusif serta memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh peserta didik yang telah berpartisipasi dalam ajang edukasi kebangsaan ini.

Sebelumnya, insiden tersebut terjadi pada babak final yang mempertemukan SMAN 1 Pontianak (Regu C), SMAN 1 Sambas (Regu B), dan SMAN 1 Sanggau. Adapun acara digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026)

Keriuhan muncul saat sesi rebutan ketika juri melontarkan pertanyaan mengenai lembaga yang memberikan pertimbangan kepada DPR dalam memilih anggota BPK.

Load More