News / Internasional
Selasa, 12 Mei 2026 | 12:54 WIB
Donald Trump (Instagram/@realdonaldtrump)
Baca 10 detik
  • Presiden AS Donald Trump menyatakan serius mempertimbangkan Venezuela menjadi negara bagian ke-51 setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro.
  • Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menolak tegas opsi tersebut guna menjaga kedaulatan dan sejarah kemerdekaan negaranya.
  • Pemerintah Venezuela tetap menjalin kerja sama diplomatik dan akses sumber daya alam dengan AS tanpa mengorbankan identitas nasional.

Suara.com - Pemerintah sementara Venezuela menegaskan tidak pernah mempertimbangkan kemungkinan negaranya menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat (AS).

Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengaku serius membahas opsi tersebut menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez menegaskan rakyat Venezuela tetap menjunjung tinggi identitas dan sejarah kemerdekaan negaranya.

"Itu tidak akan pernah dipertimbangkan, karena jika ada satu hal yang dimiliki oleh kami, kaum pria dan wanita Venezuela, adalah bahwa kami mencintai proses kemerdekaan kami, kami mencintai para pahlawan pria dan pahlawan wanita kemerdekaan kami," kata Rodriguez seperti dikutip dari AFP, Selasa (12/5/2026).

Isu tersebut mencuat setelah Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait Venezuela.

Sejak pemerintah AS menangkap Nicolas Maduro pada 3 Januari lalu, Trump beberapa kali menyampaikan komentar mengenai masa depan negara Amerika Latin tersebut.

Arsip foto - Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez. /ANTARA/Anadolu/py.

Dalam wawancara dengan Fox News pada Senin (11/5) waktu setempat, Trump disebut mengatakan dirinya serius mempertimbangkan Venezuela menjadi negara bagian ke-51 AS.

Sebelumnya, pada Maret lalu, Trump juga sempat menulis di platform Truth Social miliknya:

"Hal-hal baik terjadi pada Venezuela akhir-akhir ini! Saya bertanya-tanya tentang keajaiban apa ini? KEBANGSAAN, #51, ADA YANG TERTARIK?"

Baca Juga: 3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?

Pernyataan itu langsung memicu respons keras dari Caracas. Rodriguez menegaskan pemerintah Venezuela saat ini tetap mengedepankan hubungan diplomatik dengan Washington, namun tidak akan mengorbankan kedaulatan nasional.

Saat ditanya soal peluang Venezuela menjadi bagian dari AS, Rodriguez mengatakan pemerintahnya sedang menjalankan agenda kerja sama diplomatik dengan Washington.

Di tengah ketegangan politik tersebut, hubungan Venezuela dan AS memang mulai mengalami perubahan sejak Rodriguez mengambil alih pemerintahan sementara dari Maduro.

Pemerintahannya mulai membuka jalur komunikasi baru dengan Washington di tengah tekanan terkait akses terhadap cadangan minyak dan sumber daya alam Venezuela yang sangat besar.

Trump sendiri beberapa kali memuji langkah Rodriguez, terutama setelah pemerintah Venezuela membuka sektor minyak dan pertambangan bagi investor asing, termasuk perusahaan asal Amerika Serikat.

Rodriguez yang sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di era Maduro, juga mendorong kebijakan amnesti politik yang berujung pada pembebasan ratusan tahanan politik.

Load More